Kok Bisa Ya, Soal Ujian SD di Kota Batu Bahas Pembuatan Narkoba?
Ahmad Yani • Sabtu, 5 Juni 2021 | 23:32 WIB
KOTA BATU – Dunia pendidikan di Kota Batu kembali jadi sorotan. Belum kelar soal dugaan kekerasan seksual di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI), giliran dinas pendidikan (disdik) bikin blunder. Yakni, ada draf soal ujian untuk kelas V SD yang tidak tepat. Bahkan, draf itu sampai bocor ke publik. Dalam salah satu soal ujian itu, ada semacam pengetahuan detail jenis narkoba.
Ini terungkap setelah ada postingan dari media sosial terkait pertanyaan nyeleneh dalam salah satu soal ujian untuk kelas V SD itu. Postingan tersebut diunggah akun bernama Aglo Nema Loverz dari Grup Komunitas Warga Batu di Facebook. Akun tersebut mempertanyakan soal ujian tentang narkoba. Narasi dalam soal tersebut yakni: Sebutkan macam-macam narkoba menurut proses pembuatannya? Sontak saja postingan tersebut mendapatkan beragam komentar di media sosial tersebut. Banyak yang menyayangkan munculnya soal itu meski masih draf.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Khamim Tohari mengatakan sudah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan Kota Batu. Dia mengatakan, soal ujian itu salah ketik dan pihak sekolah pun sudah minta maaf serta mengakui khilaf. ”Jadi saat itu gurunya tidak bisa mengetik sendiri, lalu meminta tolong orang lain untuk mengetikkan soalnya. Tanpa dikoreksi, langsung dimasukkan ke gugus sekolah. Oleh gugus pun tidak dikoreksi,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa soal tersebut bentuknya masih naskah draf atau belum diujikan. Rencananya salah satu SD negeri di Kota Batu akan melaksanakan ujian bagi siswanya tetapi masih tanggal 7 Juni mendatang. ”Saya juga tidak tahu itu sekolah mana, tetapi dari disdik mengatakan pihak sekolah sudah minta maaf dan soal itu sudah ditarik dengan digantikan soal lainnya,” katanya.
Lebih lanjut, disampaikannya bahwa sebenarnya maksud dari pertanyaan tersebut adalah: Sebutkan macam-macam narkoba yang beredar di masyarakat? Kemudian, materi tentang bahaya narkoba sesuai dari arahan Kemendikbud memang masuk dalam pelajaran SD. Tetapi, pihaknya juga menyarankan kepada Dinas Pendidikan Kota Batu untuk lebih ketat mengawasi materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru-guru sekolah.
”Saya sarankan kepada kepala dinas pendidikan untuk membuat materi pelajaran, apalagi soal narkoba yang umum-umum saja, karena kalau materinya terlalu mendalam bukan malah membuat anak takut, tetapi bisa berpotensi untuk coba-coba. Nah, ini yang bahaya. Jangan sampai terjadi seperti itu,” harap dia. (rmc/nug/c1/abm)
Editor : Ahmad Yani