Dia mengatakan, aparat Kepolisian Resor Kota Batu masih terus melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi termasuk keluarga korban. Menurut keterangan keluarga, korban kesehariannya sebagai petani, berkebun dan hidup sendiri di rumahnya. "Tidak hanya pihak keluarganya yang kami periksa, namun termasuk tetangga korban dan orang yang pertama kali mengetahui korban menjadi sasaran penganiayaan orang tidak dikenal," ungkapnya.
Polisi terus bekerja keras untuk mengungkap pelaku dibalik peristiwa kematian Purwoto. Total sudah ada 5 orang saksi yang diperiksa untuk dimintai keterangan. Yogi berjanji, dalam kurun waktu satu atau dua hari kedepan untuk hasil autopsi dari RS Bhayangkara Hasta Brata akan keluar. "Sehingga hasil itu untuk mempermudah kinerja Kepolisian sebagai petunjuk dalam mengungkap penyebab kematian korban," katanya kemarin (1/10/21) saat ditemui seusai menghadiri upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Saat ditanya terkait hasil olah TKP yang dilakukan Rabu (29/9/21) lalu, AKBP Yogi hanya menjawab bahwa anggota Polres Batu sedang berusaha bekerja melakukan pengungkapan kasus tersebut. Sebelumnya, Purwoto (55) warga Dusun Watukidul, Desa Waturejo Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang pada Sabtu (25/9) lalu ditemukan dalam kondisi kritis penuh luka lebam di ruang gudang belakang di rumahnya. Setelah dilarikan ke fasilitas kesehatan, nyawa korban tidak tertolong. (nug/lid/rmc).
Editor : Farik Fajarwati