Selain itu, para ibu-ibu PKK yang hadir saling bernyanyi bersama. Dengan gending Jawa dan lagu-lagi khas seperti Prahu Layar, Suwe Ora Jamu hingga Caping Gunung. Dijelaskan Wiby Asri Punjul Santoso, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu, peringatan Hari Ibu Ke-93 ini sangat luar biasa. “Setelah kami puasa kegiatan selama hampir 2 tahun akibat pandemi. Akhirnya kami bisa berkegiatan kembali seperti hari ini. Meskipun dalam keterbatasan,” terangnya.
Lebih lanjut, Wiby menjelaskan bahwa kegiatan peringatan tersebut untuk memberikan apresiasi bagi para ibu. Baik di seluruh Indonesia juga khususnya para ibu di Kota Batu. “Saat ini kan sudah masuk era emansipasi wanita. Jadi kita sebagai wanita harus bisa berpartisipasi dan berperan dalam semua sektor,” ucapnya.
Sependapat dengan Wiby, Punjul juga mengatakan hal yang sama. “Peringatan Hari Ibu ini merupakan bentuk penghargaan bagi perempuan. Dan kita semua tahu bahwa derajat perempuan sudah sangat tinggi saat ini,” ucap dia.
Dia mengatakan bahwa anggapan perempuan untuk tidak bersekolah tinggi harus dihapuskan. “Di era modern ini perempuan harus bersekolah setinggi-tingginya. Jangan sampai ada keinginan untuk hanya bersekolah di SD, SMP dan SMA. Apalagi punya pikiran menomorduakan pendidikan demi menikah usia dini,” terang Punjul. Hal itu dikatakan Punjul karena di Kota Batu masih ada pemikiran seperti itu. Padahal pemkot menyediakan beasiswa sekolah hingga jenjang perkuliahan.(nj1/lid) Editor : Mardi Sampurno