Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kota Batu Bakal Punya Gedung Art Center Senilai Rp 20 M

Mardi Sampurno • Sabtu, 11 Juni 2022 | 18:00 WIB
ILUSTRASI: Gedung Dewan Kesenian Kota Batu yang direncanakan pemanfaatannya untuk penginapan. (Dok/Radar Malang)
ILUSTRASI: Gedung Dewan Kesenian Kota Batu yang direncanakan pemanfaatannya untuk penginapan. (Dok/Radar Malang)
KOTA BATU - Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pariwisata akan membangun art center di atas bidang tanah seluas 3.500 meter persegi. Pembangunan itu rencananya akan menelan biaya sebesar Rp 20 miliar. Mengingat art center akan dimanfaatkan sebagai amphitheater budaya indoor yang masuk menampung 2.000-3.000 orang.

Tak hanya itu, art center rencananya juga akan difungsikan sebagai kantor terpusat bagi pengurus paguyuban kesenian di Kota Batu. Sehingga hal ini sudah tertuang dalam Penentuan Proyek Strategis Daerah (PSD) Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Batu tahun 2023-2026.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan, upaya pembangunan tersebut memang harus dilakukan oleh pemkot. Karena untuk menunjang wisata budaya dibutuhkan tempat yang luas dan representatif selain para seniman dan budayawan bisa mengekspresikan diri. "Secara prinsip saya rasa ini merupakan suatu pengembangan. Kami juga mengikuti dinamika pariwisata di Kota Batu. Hal ini seperti Sendra Tari Ramayana di Jogja yang bisa menjadi sumber penghidupan karena memiliki nilai ekonomis," ucap Arief.

Oleh sebab itu, perlu ada wadah baru yang bisa mendorong hal tersebut. Hal itu tentunya diawali dari gedung baru yang kompatibel. Sehingga sangat representatif bagi laju wisata budaya yang sejak saat ini digencarkan. "Jadi langkah ini tentang bagaimana ada gedung yang bisa menampung wisatawan serta pagelaran yang bagus," tambahnya.

Ditanya terkait gedung Dewan Kesenian yang sudah tidak dalam kondisi bagus, Arief menuturkan bahwa pada prinsipnya semua gedung di bawah naungan disparta dirawat dengan baik. Namun, dengan adanya Sendra Tari Arjuna Wiwaha di Kelurahan Sisir itu, menurutnya memang prioritas diarahkan ke sana. "Mungkin gedung dewan kesenian yang saat ini ada bisa dialihkan sebagai alternatif lain misalnya penginapan. Sebab secara luasan gedung sudah tak sesuai dengan skala pagelaran yang diusung," urainya.

Hal itu juga dikuatkan dengan pernyataan mantan Kadis DLH ini bahwa semua kegiatan kesenian dan kebudayaan akan dipusatkan di Kelurahan Sisir menjadi satu kompleks dengan Sendra Tari Arjuna Wiwaha. "Maka semua akan kita tarik jadi satu di sini, dan rencananya pembangunan itu berada di belakang sendra tari," bebernya.

Menanggapi rencana pembangunan tersebut, DPRD Kota Batu melalui melalui Wakil Ketua 1 DPRD Kota Batu Nurochman menilai pembangunan itu perlu dikaji ulang. Mengingat, urgensi pembangunan dari art center belum begitu nampak. Pria yang akrab disapa Cak Nur ini juga mengajak pemkot untuk berkaca pada aset-aset disparta yang sudah ada seperti Sendra Tari Arjuna Wiwaha, Gedung Dewan Kesenian hingga Pondok Seni. "Jika semua aset itu dimaksimalkan perawatannya serta pemanfaatannya pasti akan mampu menggerakkan potensi seni budaya yang diharapkan.

Nantinya juga pasti akan berdampak pada pelaku seni budaya di Kota Batu," ujarnya. Untuk itu pihaknya menyarankan agar pemkot fokus untuk memanfaatkan gedung dan aset yang sudah ada. "Untuk itu hanya perlu fokus dan bersungguh-sungguh," tutupnya. (fif/lid) Editor : Mardi Sampurno
#penginapan #Gedung Dewan Kesenian #radar malang #Art Center #pemkot batu