Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ekskavasi Situs Candi Pendem Butuh Pembebasan Lahan

Mardi Sampurno • Kamis, 7 Juli 2022 | 23:00 WIB
SITUS BERSEJARAH: Penggalian situs Candi Pendem sudah dilakukan sebanyak 4 kali. Penggalian belum bisa dilanjutkan karena masih terkendala pembebasan lahan.(AFIFAH RAHMATIKA/RADAR BATU)
SITUS BERSEJARAH: Penggalian situs Candi Pendem sudah dilakukan sebanyak 4 kali. Penggalian belum bisa dilanjutkan karena masih terkendala pembebasan lahan.(AFIFAH RAHMATIKA/RADAR BATU)
KOTA BATU - Situs Candi Pendem di Dusun Pendem, Desa Pendem, Kota Batu sudah diekskavasi (digali) sebanyak 4 kali, tetapi belum tuntas juga. Ekskavasi kelima rencana tahun ini, namun masih perlu mengurus pembebasan lahan.

Juri Kunci Situs Candi Pendem Kota Batu Anton Adi Wibowo mengungkapkan, kondisi situs Candi Pendem saat ini memang sepi kunjungan. Terakhir kali ada kunjungan kisaran 2 hingga 10 orang. Mulai dari Bali, Surabaya, dan Belanda sebelum pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, pria yang akrab disapa Anton ini juga sekaligus penemu pertama kali Situs Candi Pendem. "Situs Candi Pendem ini ditemukan sekitar tahun 2019, awalnya saya mau menanam pohon alpukat di tanah wakaf makam keluarga. Lalu, saya menemukan struktur 3 bata. Karena penasaran saya gali, ternyata panjangnya 2,10 meter," jelasnya.

Anton mengungkapkan, setelah penemuan itu, dia bergegas melapor kepada Desa Pendem dan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu. "Masyarakat sekitar saja tidak menyangka ada situs candi dengan struktur dari batu bata yang terbilang kuno," ujarnya.

Selama pandemi Covid-19, Anton mengaku, rutin melakukan perawatan dan pembersihan area situs Candi Pendem. Mulai dari membersihkan rumput di sekitar dan mengimbau siapapun yang berkunjung harus izin terlebih dahulu. Pasalnya, bebatuan candi sangat mudah rapuh.

Dari pantauan Radar Batu, Rabu (6/7), terlihat ada dua orang yang tengah melakukan pengamatan situs bersejarah. Saat dikonfirmasi kepada salah seorang arkeolog Dwi Cahyono, apakah ada peluang penggalian  lanjutan untuk situs Candi Pendem? Dia mengatakan, sudah ada 4 kali ekskavasi untuk situs Candi Pendem sejak pertama kali ditemukan warga. "Sudah 4 kali ekskavasi itu bukan berarti tahapannya sudah selesai. Jika dilihat yang sudah ditemukan sampai penggalian terakhir yakni baru struktur candi induk, reruntuhan tubuh dan atap kemuncaknya roboh," paparnya.

Dwi menjelaskan, bagian yang terlihat sekarang adalah kaki candi dan masih misteri apakah ada lapisan lagi. "Jadi, kita masih belum mengetahui permukaan tanah asal. Kalau ada ekskavasi lanjutan maka harus bertemu permukaan tanah asal," jelasnya.

"Saat ini, jika diukur dari titik galian tertinggi dengan kedalaman yakni 120 meter. Untuk itu, kemungkinannya masih dapat digali sekitar 1 meter lagi untuk menentukan seberapa tinggi tubuh candi," sambungnya lagi.

Sebagai informasi, untuk ekskavasi lanjutan dan meluaskan penjuru sekitar masih terkendala pembebasan lahan. Sebab, total lahan 1.500 meter persegi di area ini adalah milik keluarga almarhum Mbah Wiji. Sedangkan, ada tambahan sekitar 500 meter persegi untuk wakaf tanah makam keluarga. Apalagi, area situs Candi Pendem bersebelahan dengan makam keluarga milik Anton Adi Wibowo. (ifa/lid). Editor : Mardi Sampurno
#Kota Batu #Candi Pendem #Ekskavasi