Inisiasi tersebut muncul setelah pihaknya menerima kunjungan dari Pimpinan Pusat Perguruan Pembinaan Mental Karate Kyokunshinkai Karate-Do Indonesia, Kaicho Liliana Herawati. .
"Pertemuan ini merupakan silaturahmi pertama yang dilakukan para pimpinan, pengurus dan warga senior perguruan. Dan insyallah delapan makam karateka bakal kami jadikan ikon Kota Batu juga," kata dia.
Lokasi pemakaman tersebut lekat dengan lokasi pemakaman Islam dan Nasrani. Sehingga dipilih menjadi tempat dikuburkannya delapan atlet karateka kyokunshinkai yang dulu tewas tenggelam di Pantai Ngliyep tepat pada 5 September 1976 silam
Kedelapan karateka tersebut yakni, Rudy Sono, Joe Tjie Tjoen, Juli S., Welly Chandra, Poo Tjie Kiong, Tan Joe Toeng, Bambang Winarto, Bambang Wijaya. Penampakan pemakaman tersebut jika dilihat saat ini berjajar dengan rapi. Diberikan atap lengkap dengan pagar di sekeliling yang berwarna cokelat. Di bawah atap terdapat sebuah papan kayu dengan tulisan 'Makam Delapan Karateka Pahlawan Cinta Kasih'.
"Saya sangat bangga dengan perguruan ini. Karena mereka sudah aktif dan eksis sejak Kota Batu masih berupa kecamatan. Kiprahnya juga terus melebar. Saat ini Perguruan Pembinaan Mental Karate Kyoukushinkai Karate-Do Indonesia memiliki 88 dojo di 18 provinsi," terang Dewanti lagi.
Selain itu, Dewanti juga berharap agar Kejurnas Hanshi Nardi Memorial Cup VII yang sejatinya akan digelar November mendatang di Surabaya, bisa digelar di Kota Batu. Dengan memperebutkan Piala Wali Kota Batu.
"Jika event itu bisa dilaksanakan, kami berjanji untuk memfasilitasi agar kejurnas bisa berjalan dengan lancar. Serta hal ini sebagai salah satu penghormatan pemkot bagi pendiri perguruan Hanshi Nardi T. Nirwanto S.A," tutup dia. (fif/lid) Editor : Mardi Sampurno