Anggota Devisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas dan SDM) KPU Kota Batu Marlina menuturkan, angka kesadaran masyarakat Kota melebihi target nasional yakni 77,5 persen. “Kami ingin meningkatkan lagi, minimal mempertahankan,” katanya.
Menurut dia, jumlah pemilih dalam pemilu terus bertambah. Karena ada pemilih tetap dan pemilih baru. "Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya angka pemilih baru itu sebesar 20 persen," terangnya. Diharapkan juga angka partisipasinya juga meningkat.
Selain itu, divisi Sosdiklih Parmas dan SDM juga akan memaksimalkan segmen, perempuan, disabilitas, dan pemilih pemula. Alasannya, perempuan mampu menjadi relawan agen untuk menyebarkan informasi. Sebab, di komunitas manapun perempuan selalu ada, minimal mampu memberikan dampak untuk mengedukasi keluarganya.
"Jadi, perempuan itu ibaratnya punya ruang spesial untuk mendukung kesetaraan gender. Buktinya ada kuota 30 persen untuk partai politik perempuan dan penyelenggara pemilu," jelasnya.
Dia juga memaparkan segmentasi kedua menyasar disabilitas. Alasannya, kaum disabilitas layak untuk dipenuhi haknya. "Kami ingin kaum disabilitas ini memiliki kepercayaan diri dan terayomi. Mereka itu spesial dan kehadiran mereka akan difasilitasi. Mulai dari TPS ramah disabilitas hingga surat suara mereka spesial," terang Marlina.
Pihaknya juga menegaskan bahwa segmentasi lainnya adalah pemilih baru. Artinya pemilih baru harus mendapatkan informasi dan edukasi dalam memilih pemimpin politik harus didasari informasi yang detail. Harapannya, pemimpin yang dipilih tersebut benar-benar tepat dan penuh tanggung jawab. "Cara kami saat ini adalah edukasi dalam bentuk digital di sosial media salah satunya TikTok. Sebab, hampir 200 juta lebih pengguna mengakses sosial media khususnya pemilih milenial. Apalagi, tahapan pemilu telah berjalan sejak 14 Juni lalu dan pada 29 Juli hingga 13 Desember 2022 sudah proses pendaftaran dan verifikasi parpol," tandasnya. (ifa/lid). Editor : Mardi Sampurno