Salah seorang pedagang aksesori Susiati mengatakan, kondisi perekonomian mulai membaik sejak Juli 2022. "Saat pandemi Covid-19 lalu saya terpaksa harus menutup kios. Lebaran pun masih sepi. Sedangkan, mulai ramai itu saat liburan sekolah," ujarnya.
Perempuan yang akrab disapa Suci ini mengaku, omzetnya kian pulih ketika wisatawan berlibur ke pemandian Tirta Nirwana dan Candi Songgoriti. "Kalau sepi pengunjung otomatis yang didapatkan hanya di bawah Rp 50 ribu per hari. Sedangkan, saat hari libur (Sabtu-Minggu) mulai ramai Rp 150 ribu per hari. Jika ada kegiatan budaya, kenaikannya bisa tembus dua kali lipat Rp 300 ribu per hari," terang warga sekitar Songgoriti ini.
Hal yang sama juga dirasakan oleh pedagang kuliner Sunarti. Dia mengatakan, Pasar Wisata Songgoriti memang sejak dahulu terkenal sepi apalagi saat hari biasa dan tak ada acara. Akan tetapi, kini kondisinya mulai berdatangan. Pasalnya, bus-bus yang mengangkut wisatawan dari luar kota mulai berdatangan kembali. "Dalam setiap hari omzet mencapai Rp 250 ribu. Ini pun sudah lumayan bagi kami, sebab pandemi Covid-19 membuat kami tidak bersemangat untuk membuka kios," jelasnya. (ifa/lid). Editor : Mardi Sampurno