Nardi dikenal sebagai sosok yang karismatik dan memiliki cinta yang besar kepada perguruan. Segala ilmu bela diri dan nilai-nilai perjuangan telah diajarkan kepada seluruh anggota Pembinaan Mental Kyokushinkai Karate Do Indonesia.
Ketangguhan mental dari Nardi inilah yang patut untuk dijadikan panutan. Pada 22 September 2009, Hanshi Nardi T. Nirwanto SA selaku founding father perguruan ini pergi untuk selamanya menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa. Diagnosis awalnya karena penyumbatan pembuluh darah.
Duka mendalam itu juga dirasakan oleh hampir 900 orang. Data tersebut tercatat dalam buku tamu untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Hanshi Nardi T. Nirwanto SA. Di antaranya keluarga, warga perguruan, pejabat Pemerintah Kota Batu (Eddy Rumpoko) selaku wali kota saat itu. Kemudian, ada Jendral TNI (Purn) Widjojo Soejono yaitu sahabat Hanshi Nardi yang sangat dikagumi.
Pada 27 September 2009 pukul 10 pagi, jenazah diberangkat dari Honbu Dojo ke Pemakaman 8 Karateka di Jalan Karate, Kelurahan Ngaglik, Kota Batu sebagai tempat persemayaman terakhir Hanshi Nardi T Nirwanto SA. Ratusan warga perguruan ikut dalam upacara pemakaman memakai karategi tanpa sabuk. Sedangkan untuk warga perguruan yang ikut melayat ke pemakaman memakai baju putih bawahan hitam. (ifa/lid) Editor : Mardi Sampurno