Jika menurut jadwal, bangunan tersebut seharusnya rampung 23 Desember 2022. Itu artinya waktu pengerjaan balai RW tersebut kurang dari satu minggu. Namun dalam kenyataannya, ketika wartawan koran ini meninjau langsung pengerjaan bangunan. Nampak para pekerja masih melakukan proses pengecatan. Baik pintu maupun jendela belum terpasang di bangunan senilai Rp 1,9 miliar itu.
Hal ini tentu menjadi perhatian pihak legislatif. Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Khamim Tohari meminta pembangunan itu segera tepat waktu. Hal ini menunjukkan kedisiplinan pihak eksekutif sebagai pelaksana di lapangan. “Kalau nanti ada molor kami akan sidak,” tegasnya.
Politisi PDI Perjuangan itu juga berencana memanggil dinas terkait untuk menjelaskan alasan pembangunan yang terkesan lamban. Karena pihaknya juga mengerti, dalam proses tak selamanya mulus, bisa jadi ada beberapa kendala. “Kami masih belum dapat info, mungkin ini karena hujan atau alasan lain. Nanti saya panggil dinas perumahan,” tutur Khamim.
Sementara itu, kepada Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu Bangun Yulianto, hingga berita ini ditulis, belum memberikan konfirmasi terkait kendala pembangunan balai RW di Kelurahan Sisir tersebut. (adk/lid) Editor : Mardi Sampurno