Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pengelolaan Pasar Induk Among Tani Masih Gelap

Mardi Sampurno • Rabu, 21 Desember 2022 | 19:29 WIB
MASIH DIKEBUT: Sejumlah pekerja dan alat berat berada di lokasi proyek pembangunan Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, kemarin (20/12).
MASIH DIKEBUT: Sejumlah pekerja dan alat berat berada di lokasi proyek pembangunan Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, kemarin (20/12).
Diskumdag Kota Batu Baru Lakukan Kajian

BATU – Pembangunan Pasar Induk Among Tani ditarget selesai dikerjakan bulan Mei tahun depan. Meski begitu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko sudah mewanti-wanti agar manajemen pengelolaan pasar segera ditentukan. Sehingga saat bangunan tuntas, sudah tidak direpotkan dengan hal teknis terkait tata kelolanya.

Instruksi agar Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumdag) segera menentukan manajemen pasar sudah disampaikan beberapa waktu lalu. Caranya, dengan melakukan studi tiru manajemen pengelolaan pasar ke daerah lain. Namun hingga kini, manajemen pengelolaan pasar masih gelap alias belum ada kepastian.

Kepala Diskumdag Kota Batu Eko Suhartono menyatakan, pihaknya sudah melakukan kajian terkait manajemen pengelolaan pasar. Meski belum ada gambaran pasti, namun pengelolaannya bakal berbeda dengan sebelumnya. Sebab dari segi bangunan dan lainnya juga sudah berbeda. ”Untuk pertimbangannya antara BLUD, Perumda dan UPT.

Untuk saat ini masih terus kami pelajari. Namun kalau melihat di sejumlah daerah pengelolaannya cenderung ke UPT,” kata Eko kemarin (20/12). Dia mengakui sudah diwantiwanti Wali Kota Batu untuk segera menentukan manajemen pengelolaan pasar. Hanya saja, saat ini pihaknya masih fokus pada hal-hal yang ada di dalam pasar terlebih dahulu. Contohnya seperti pengelolaan sampah dan kelistrikan. Dimana masalah persampahan Pasar Induk Among Tani nantinya bakal tetap dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

”Sedangkan untuk listrik, nanti akan menggunakan token. Karena itu, kami masih melakukan pendalaman mekanismenya seperti apa,” ujarnya. Tak hanya manajemen pengelolaan pasar saja belum menemukan titik terang. Untuk manajemen pengelolaan gedung juga belum ditentukan konsepnya. Kepala DPKP Kota Batu Bangun Yulianto mengatakan dalam pembangunan Pasar Induk Among Tani, pihaknya masuk menjadi tim teknis pembangunan pasar.

Setiap satu minggu sekali, pihaknya rutin melakukan evaluasi pembangunan dengan tim PPK Kementerian PUPR untuk mengetahui progresnya. ”Dari sisi pengelolaan bangunan, pihak kementerian meminta kepada kami untuk menyiapkan manajemen pengelolaan gedung.

Ini bertujuan agar gedung yang dibangun dari anggaran pemerintah pusat itu bisa awet, bersih dan tertata dengan baik,” sebutnya. Dengan adanya instruksi tersebut, pihaknya masih akan berkonsultasi terlebih dahulu ke kementerian. ”Pasar di daerah lain yang dibiayai oleh pusat sudah diadakan semacam bimtek untuk menjalankan manajemen gedung. Karena itu, kami akan meminta petunjuk terlebih dahulu,” ujar Bangun. (adk/nay) Editor : Mardi Sampurno
#Pasar Induk Among Tani #Kota Batu #wali kota batu