Salah seorang pengunjung asal Malang Aulia Hafidzah mengatakan, baru pertama kali mengunjungi Galeri Raos Batu dan merasakan sensasi unik dalam pemeran ini. “Saya rasa belum ada pameran karya yang menyediakan playlist musik Spotify. Seru juga ternyata menyaksikan karya dengan mendengarkan alunan lagu,” jelasnya.
Selain itu, pengunjung lainnya bernama Cintya Dienardila mengaku, sebagai penikmat musik kagum dengan karya lukis para seniman Batu. “Ternyata, unik juga di pameran ini menyajikan radio tempoe doeloe, piringan hitam, dan TV tabung. Jadi nostalgia ke zaman dulu,” terangnya sambil tertawa.
Ketua Galeri Raos Batu Akhmad Kholili menjelaskan, pameran bertajuk Artpres-sound ini sebagai bentuk para seniman menginterpretasikan musik ke dalam sebuah karya. “Ada 46 perupa yang terlibat dalam pameran ini. Nah, setiap orang memilih satu lagu untuk didalami maknanya dan menjadikannya karya lukisan,” jelasnya. Lagu-lagunya pun cukup beragam. Mulai lagu zaman dulu hingga modern.
Pria yang akrab dikenal Kholili ini mengaku, uniknya pameran ini menjadi kegiatan terpanjang yang ada di Galeri Raos Batu. Sebab, acaranya berlangsung satu bulan. Mulai 30 Desember 2022 hingga 31 Januari 2023.
Selain itu, salah seorang perupa anggota Yayasan Pondok Seni Batu Farid Fathoni mengatakan, antusias masyarakat terhadap pameran karya cukup tinggi. Pasalnya, dalam sehari jumlah pengunjung bisa mencapai 60 hingga 70 orang. “Kalau rata-rata pengunjungnya adalah kalangan pelajar hingga mahasiswa. Kami bersyukur, karya kami dapat diterima dan diapresiasi oleh masyarakat,” ujarnya. (ifa/lid) Editor : Mardi Sampurno