Dari jumlah tersebut, kematian hewan ternak jenis kambing/domba tidak sampai mencapai 10 persen.
“Kalau yang paling banyak tetap didominasi oleh sapi,” ujar Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Kota Batu Sri Nurcahyani Rahayu.
Ia menjelaskan, bahwa bukannya jenis hewan kambing/domba itu tahan terhadap PMK, melainkan gejala klinis tidak seperti sapi.
Di sapi gejala klinisnya terlihat begitu jelas, dari mulai bagian lidah hingga kuku.
Meskipun begitu, menurutnya daging sapi yang terjangkit virus masih bisa dikonsumsi.
|Baca Juga :
Kota Malang Steril Wabah PMK
Sedangkan untuk kambing/domba yang dipelihara berdampingan dengan sapi yang terjangkit PMK, bisa saja terlihat baik-baik saja.
”Kambing/domba bisa menjadi carrier virus,” jelasnya. Maka dari itu, kambing dan domba tetap harus diberikan vaksin. (Bersambung di halaman selanjutnya)
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu Harijadi Agung menjabarkan, ada sekitar 18 ternak kambing dan domba yang mati akibat terjangkit PMK.
“Untuk kambing berjumlah 9 ekor dan domba sekitar 9 ekor,” jelasnya.
|Baca Juga :
Tiga Pekan, 141 Sapi Disuntik Vaksin PMK
Pihaknya juga rutin setiap tahun mengadakan pelatihan-pelatihan untuk ternak domba/kambing.
“Mulai dari manajemen kandang, manajemen pakan dan cara pemeliharaan,” ujarnya.
Untuk pelatihan peternakan domba dan kambing di tahun ini perkiraan akan dilakukan di triwulan ke dua.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pengadaan kandang melalui kelompok tani di dua desa, yakni Desa Tlekung dan Gunungsari. “Luasnya sekitar 90 meter persegi,” ucapnya. (iza/lid)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Radar Malang Online (@jawaposradarmalang)
Editor : Kholid Amrullah