“Untuk lokasi tepatnya berada di Jalan Raya Malang-Kediri, Dusun Kaweden RT 27 RW 07 Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan. Sebelum terjadi bencana longsor, hujan lebat sempat mengguyur wilayah tersebut dari siang hari. “Hujan lebat mengguyur wilayah Ngantang mulai siang,” ujarnya.
Ia melanjutkan, beberapa dampak yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut adalah bahu jalan provinsi yang menghubungkan Malang-Kediri longsor. Saluran air bersih ke warga sementara terputus dan arus lalu lintas terganggu. “Kalau untuk kerugian masih dalam pendataan,” ujar Sadono.
Dalam kejadian tersebut untungnya tidak ada korban jiwa. Menurut salah sorang warga Suwarni, 59, hujan terjadi sekitar pukul 14.00. “Hujannya itu deras terus reda terus hujan lagi,” katanya. Lalu sekitar pukul 17.00, saat itu ia sedang melayani pembeli yang ada di tokonya. “Tiba-tiba bunyi grasak, grasak,” ucapnya.
Ia mendapati di seberang jalan dari rumahnya telah terjadi longsor. Saat berlangsungnya kejadian, menurutnya tanah di rumahnya juga ikut bergetar. Dan ia merasa sangat takut.
Suwarni menjelaskan awalnya bibir sungai dipenuhi tanaman bambu dan setelah kejadian beberapa bagian bambu jatuh ke sungai. Jika dilihat dari jalan, bahu jalan yang ambrol berukuran lebar sekitar 1,5 meter dengan panjang sekitar 12 meter. Hingga siang kemarin (12/3) terpantau sejumlah warga masih memberlakukan sistem buka tutup jalur dan hanya menggunakan setengah badan jalan. (iza/lid) Editor : Kholid Amrullah