Salah satu penjual sarung instan Mayasari, yang berjualan menggunakan mobil di sekitar Jalan Brantas mengungkapkan, jika sejak Selasa (4/4) mulai ada peningkatan jika dibandingkan awal Ramadan.
“Kalau di hari-hari ini mungkin sekitar 10-15 biji lakunya,” kata warga Kelurahan Sisir Kota Batu itu. Sarung instan memiliki pangsa pasar untuk anak-anak. Karena biasanya anak-anak berusia kurang dari 10 tahun kesulitan dalam memakai sarung konvensional.
Sarung instan memiliki motif seperti sarung pada umumnya tetapi di bagian ujung diberi kain elastis, sehingga sarung tersebut tidak gampang melorot. Sarung ini jika tidak digunakan terlihat seperti rok dengan motif sarung. Pemakaian sarung ini lebih gampang dan tidak gampang melorot.
Mayasari mengaku hanya menjual sarung instan ketika bulan suci Ramadan dengan harga sekitar Rp 45-50 ribu. D ia sanggup meraup omzet sekitar Rp 1,5 juta saat itu dalam sehari. Yang paling ramai biasanya waktu Lebaran kurang tujuh hari sebelum Lebaran, karena masyarakat sudah menerima THR,” kata dia. (iza/lid) Editor : Kholid Amrullah