Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pertamina Drop Elpiji Melon ke PKL Alun-Alun Batu

Kholid Amrullah • Jumat, 28 Juli 2023 | 21:00 WIB

SEMENTARA AMAN: Para PKL di kawasan Alun-Alun Kota Batu bisa berjualan setelah mendapatkan elpiji melon dari Pertamina.
SEMENTARA AMAN: Para PKL di kawasan Alun-Alun Kota Batu bisa berjualan setelah mendapatkan elpiji melon dari Pertamina.
 

BATU - Para pedagang kaki lima (PKL) di area Alun-Alun  Kota Batu sempat dibuat ketir-ketir beberapa waktu lalu karena sulitnya mencari elpiji melon. Namun kini, mereka sudah bisa bernapas lega, karena Selasa (25/7) kedatangan elpiji 3 kilogram langsung dari Pertamina.

 

Sekretaris Paguyuban Food Court Alun-alun Batu Nasya mengungkapkan, memang cukup sulit mencari keberadaan elpiji melon beberapa minggu terakhir. Setiap harinya ia harus berkeliling setiap kios guna mencari elpiji tersebut. “Kalau ibaratnya nyetriko dalan (bolak balik),” tuturnya. Seluruh area Kecamatan Batu tak luput dari pencariannya.

 

“Kondisi mengenai sulitnya elpiji 3 Kilogram memang sangat berpengaruh terhadap PKL, dikarenakan rata-rata hampir semua PKL menggunakan gas elpiji melon,” katanya. Dan yang biasanya mudah didapat di toko kelontong untuk saat ini sangat susah.

 

 

Ia bersama pedagang lainnya harus antre sejak pagi untuk mendapatkan elpiji 3 kilogram subsidi. Penjual nasi goreng itu mengungkapkan, satu elpiji bertahan sekitar 3-4 hari. “Ya tergantung dengan ramai tidaknya, kalau ramai bisa 2-3 hari,” katanya.

 

Saat ini, PKL di area Food Court sudah cukup bisa bernapas lega. Karena beberapa hari yang lalu dinas terkait telah membantu menyalurkan gas melon langsung dari Pertamina. “Jadi, kita rapat terus mengumpulkan KTP dan didata kebutuhannya berapa,” jelasnya. Menurut kabar yang beredar ada lagi nanti di hari Sabtu (29/7). Untuk satu KTP tetap dijatah satu tabung.

 

Merek juga berharap agar keadaannya segera membaik dan normal seperti biasanya. “Kalau masih sulit seperti ini, kami berharap pengiriman yang dari Pertamina langsung bisa dilakukan secara rutin,” katanya.

 

Pedagang lainnya yang merasakan hal serupa ialah Yulens Umbu Katausu. Perantau dari NTT itu mengungkapkan ia harus menghampiri tiap kios dalam perjuangan mencari gas melon. “Dan harganya pun naik, bila biasanya Rp 19 ribu, bisa mencapai Rp 22 ribu, bahkan ada yang menjual Rp 25 ribu,” katanya.

 

Pedagang Korean Food  tersebut membutuhkan 6 tabung gas  untuk jangka waktu sekitar 4 hari. Meski sulit, mereka belum pernah berhenti jualan akibat kekurangan gas. “Pokoknya diupayakan berbagai cara mencari di tiap kios,” ungkapnya.  Sama seperti Nasya, ia berharap agar kondisi bisa berjalan kembali normal. (iza/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#elpiji melon #Pertamina #alun alun batu #PKL