Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lahan Makam Kristen di Kota Batu Menipis

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Senin, 7 Agustus 2023 | 22:00 WIB
Pemakaman Kristen di Ngaglik Kota Batu
Pemakaman Kristen di Ngaglik Kota Batu

BATU – Keterbatasan lahan mulai ”menghantui” ketersediaan lahan makam bagi umat Kristiani di Kota Batu. Pantauan Jawa Pos Radar Malang di pemakaman umat Kristiani, Jalan Karate, Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, lahan yang tersisa semakin sedikit. Bahkan lahan untuk umat Kristen tersisa 50 liang saja.

”Saya juga belum tahu apa kah tahun ini ada perluasan atau tidak,” kata Pitut Suliono, juru makam di Kelurahan Ngaglik kemarin. Di kelurahan tersebut memang ada tiga kompleks makam. Masing-masing untuk umat Islam, Kristen, dan Katolik. Pitut mengatakan bahwa lahan untuk umat Katolik masih tersisa lebih banyak. Begitu juga untuk umat Islam.

Saat dikonfirmasi, Lurah Ngaglik Rendra Adinata juga mengakui bahwa lahan makam umat Kristiani di Jalan Karate memang hampir habis. Pemakaman tersebut dikelola oleh Yayasan Wali Songo atau Perkumpulan Sosial Kematian Budi Utomo. “Sebenarnya pemakaman di Kelurahan Ngaglik itu ada dua. Yaitu, di Jalan Lesti dan Jalan Karate. Kalau pemakaman untuk muslim masih terbilang mencukupi,” bebernya.

Rendra menambahkan, pemakaman di Kelurahan Ngaglik merupakan tanah wakaf. Bukan aset milik kelurahan. Ada atau tidaknya rencana penambahan menjadi wewenang Pemkot Batu. Rendra juga mengaku sudah mendengar kabar rencana penambahan makam umat Kristiani. Tapi dia tidak tahu lahannya berada di mana.

Saat Jawa Pos Radar Malang mengecek lokasi pemakaman di Jalan Karate, lahan makam untuk umat Kristiani memang sangat padat. Ratarata tiap makam berukuran besar. Ada yang dibentuk seperti replika rumah, ada pula yang diberi kijing besar. Di pemakaman muslim memang terlihat sisa lahan, tetapi juga kian terbatas.

Rendra secara terus terang mengatakan pihak kelurahan sangat sulit untuk melakukan pengadaan lahan makam. Sebab Kelurahan Ngaglik tidak punya aset tanah seperti desa atau kelurahan lainnya. Selain itu, Kelurahan Ngaglik merupakan pusat kota yang cukup padat. ”Mau beli tanah pun, sekarang harganya mahal. Antara Rp 3 juta sampai Rp 5 juta per meter persegi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan, Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur Kewilayahan (P3SDAIK) Bapelitbangda Kota Batu Rizaldi menegaskan, pemakaman merupakan hal penting. Apalagi pemakaman juga termasuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik yang harus dipenuhi oleh sebuah kota.

”Makam itu tidak boleh dikijing. Kalau persoalan lahan makam di Kelurahan Ngaglik habis, itu memang perlu dilakukan penambahan area baru,” paparnya. Rizaldi menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu akan menyiapkan lahan pemakaman baru menggunakan tanah bengkok desa atau kelurahan.

Intinya, lahan yang memang jelas kepemilikan asetnya. ”Ke depan, tanah pemakaman per desa ditarget mencapai 2 hektare,” pungkasnya. (ifa/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#makam kristen batu #pemkot batu