Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menggali Asal Muasal Ikan Tombro Punten, Sudah Ada Sejak Zaman Belanda  

Kholid Amrullah • Minggu, 17 September 2023 | 19:00 WIB

 

 

BATU -

KOLAM LAWAS: Salah satu kolam di Instalasi Perikanan Budi Daya Punten, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji yang menghasilkan ikan Tombro Punten sudah berdiri sejak tahun 1918.
KOLAM LAWAS: Salah satu kolam di Instalasi Perikanan Budi Daya Punten, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji yang menghasilkan ikan Tombro Punten sudah berdiri sejak tahun 1918.

 

Berdasarkan sejarah dari Instalasi Perikanan Budi Daya (IPB) Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, IPB Punten dibangun oleh Belanda pada tahun 1918. Dengan maksud untuk mengembangkan penyuluhan perikanan air tawar di kawasan tersebut.

 

Pembangunannya dipimpin oleh E.J. Reintjes dan dibantu oleh pegawainya Supardi Niti Sumarto dan Makri. Area tersebut memiliki luas total sekitar 3,6 hektare dan 2,4 hektarenya ialah kolam.

 

IPB Punten berada di lereng Gunung Arjuno, tepatnya di Desa Sidomulyo, Kota Batu. Area itu memiliki ketinggian sekitar 1.100 mdpl, dengan suhu udara antara 19 °C - 27,5 °C. Sedangkan untuk suhu air antara 17 °C -25 °C.

 

Tim  Teknis Instalasi Perikanan Budidaya (IPB) Punten Nadia Dara Panggita Wati mengatakan, untuk suplai air diambil dari Sungai Brantas. Ketersediaan air yang melimpah kemungkinan menjadi alasan dipilihnya wilayah tersebut sebagai tempat budi daya. Saat ini, IPB Punten merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis dari Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur.

 

Kini terdapat ratusan indukan Tombro Punten di tempat tersebut. “Untuk indukan F1 sekitar 125 ekor,” ujarnya. Dalam sekali pemijahan telur yang dihasilkan oleh ikan tombro mencapai 80-100 ribu. “Kita sekali pemijahan ada sekitar tiga sampai empat indukan. Nah itu kan kadang ada indukan yang tak maksimal,” katanya. Dari jumlah itu, kemungkinan yang berhasil bertahan sampai ukuran 3-5 cm berjumlah sekitar 40-60 ribu ikan.

 

Dalam sebulan, rata-rata sekitar tiga kali pemijahan untuk ikan tombro. “Kalau dimaksimalkan bisa sebulan sekali,” jelasnya.

 

Saat ini, untuk minat ikan tombro lebih banyak datang dari luar Batu. “Biasanya mereka sudah mempunyai pasar masing-masing,” ungkapnya. Di pasaran, ukuran satu kilo ikan tombro dihargai sekitar Rp 60.000 hingga Rp 70.000. “Kalau untuk calon indukan dari Bali, Lamongan hingga daerah Kalimantan, atau balai perikanan,” ujarnya. Namun, karena dibudidayakan di IPB Punten, maka kemudian dikenal dengan ikan tombro Punten.

 

Selain tombro, di IPB Punten juga membudidayakan jenis ikan lain. Di antaranya, ikan koi, nila, wader, glow fish, komet dll.(iza/lid)

Editor : Kholid Amrullah