BATU - Momen yang ditunggu-tunggu sebagian besar pedagang Pasar Induk Among Tani akhirnya sudah terlihat jelas. Karena, pada tanggal 25 September pedagang sudah bisa soft opening di pasar megah yang dibangun menghabiskan anggaran Rp 150 miliar lebih tersebut.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Kota Batu Agus Suyadi mengatakan, setelah pembagian kunci, pedagang sudah langsung bisa melakukan pindahan secara bertahap. “Untuk pindah dibatasi sampai tanggal 24 September,” katanya.
Sedangkan untuk pembagian kunci gelombang pertama berlangsung sampai Selasa (19/9). “Kalau sudah ready, pusat akan turun untuk mengecek, kemudian akan dilakukan peresmian,” jelasnya.
Terkait kapan akan dilakukan peresmian, Agus belum mengetahui dengan pasti. “Kemungkinan sebelum bulan Oktober,” ujarnya.
Setelah gelombang pertama selesai dibagikan kunci, mereka akan segera melakukan pembagian kios gelombang kedua. Para peserta pembagian kunci gelombang kedua ini ialah para pedagang yang dulunya belum lengkap secara administrasi. “Kalau saat ini sudah clear,” katanya.
Menurut Agus, para peserta gelombang ke dua kebanyakan yang tidak begitu aktif di Pasar Relokasi. Sehingga telat mendapatkan informasi yang lengkap. “Jumlah peserta gelombang kedua pun cukup banyak, sekitar 250 orang,” ungkapnya.
Selain itu kata dia, para pedagang yang merasa posisi kiosnya kurang tepat punya kesempatan untuk tukar kios dengan pedagang lain. Nanti akan ada waktu bagi pedagang untuk menukarkan kios. Proses penukaran kemungkinan akan dilakukan setelah proses pemberian kunci selesai.
Tukar kios kata Agus, bisa dilakukan asalkan kedua belah pihak telah setuju untuk menukarkannya. “Silahkan datang ke kantor nanti akan kita verifikasi lagi,” jelasnya. Bila jadi ditukar, sebab akan mengubah data pada surat izin pemakaian (SIP).
Agus melanjutkan saat ini sudah ada permintaan untuk tukar kios. Tetapi masih belum bisa diakomodir, karena pihak UPT Pasar Induk Among Tani masih fokus pada pembagian kunci. Bila dilihat dari beberapa kasus, tukar kios memang bisa dilakukan. Misalnya, ada salah seorang pedagang emas yang mendapatkan tiga kios dengan tempat zona yang berbeda. Pasti hal itu memerlukan penambahan SDM, yang sebelumnya satu lokasi berubah menjadi beberapa kios.
Tetapi, untuk proses tukar kios ia akan membatasi waktunya. “Mungkin hanya sekitar satu minggu,” tuturnya. Sementara itu, saat ini, proses pembagian kunci dari pengundian gelombang pertama hampir saja selesai. “Tinggal zona buah, sayur dan perhiasan,” ujarnya. Kemungkinan pembagian kunci akan dilakukan hari Senin dan Selasa pada pekan depan.
Sementara itu, Ketua Pedagang 9 Zona Pasar Induk Kota Batu Muhammad Ali Zubaidi membenarkan bila ada pengundian gelombang kedua. Menurutnya, jumlah peserta meliputi seluruh zona. “Kalau jumlahnya belum tahu,” katanya. (iza/lid)
Editor : Kholid Amrullah