BATU - Karya Mahandika Bayu Aji mendunia. Dia mampu membikin tiruan body super car Lamborghini hingga dipesan oleh orang Amerika. Kok bisa?
Pengetahuan bergantung pada rasa penasaranmu. Istilah itu mungkin cocok disematkan kepada Mahandika Bayu Aji. Bagaimana tidak, berkat rasa ingin tahunya yang besar, alumni SMPN 15 Kota Malang itu berhasil mengubah mobil biasa menjadi replika super car Lamborghini.
Saat ditemui, pemuda yang akrab dipanggil Dika itu tengah beristirahat sambil memperhatikan detail mobil yang tengah ia kerjakan. Dengan duduk santai, di depan rumah yang beralamat di Jalan Larmani No 1, Gangsiran Putuk, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo ia mulai bercerita bagaimana sampai bisa ekspor body berbentuk mobil Lamborghini ke Amerika. Dika kecil memang amat mencintai segala hal berhubungan dengan mobil. Dari semenjak duduk di bangku SMP ia sudah merancang masa depannya untuk menekuni hal yang berbau dengan mobil.
“Dari SMP saya sudah belajar software tentang 3D modeling,” kata pria 24 tahun ini. Software yang dipelajari Dika tentang bagaimana menggambar bentuk tiga dimensi, khususnya di bidang teknik. Ia pun sudah mengetahui bagian-bagian mesin kendaraan dari teman mainnya.
Ia berkeinginan untuk merakit mesin CNC milling dan 3D printing sejak masih SMP. Karena merasa sudah mengetahui goals hidupnya, Dika memutuskan tak melanjutkan ke jenjang SMK agar bisa langsung bekerja. “Langsung kerja untuk mencari uang,” ujar pria asal Kota Malang itu.
Dika pun sudah merancang sedemikian rupa langkah-langkah di mana saja ia akan menimba ilmu. Pertama kali, Dika fokus belajar tentang mesin mobil maka dari itu, ia bekerja ke bengkel mobil. Setelah dirasa cukup, ia pun pindah lagi untuk belajar mengelas. Terakhir ia memerlukan ilmu untuk memperbaiki bodi mobil dan ia bekerja di karoseri.
Lalu di tahun 2019 akhir, terjadilah pandemi dan Dika dirumahkan. Pada saat pandemi, dia mendapat inspirasi untuk membuat replika mobil Lamborghini di salah satu kanal Youtube. Dengan telaten, pria dua anak itu mengikuti semua cara yang dilakukan youtuber itu dalam membuat replika Lamborghini.
Dengan seluruh bekal komplet yang telah dimilikinya waktu itu, tak ada keraguan, Dika memutuskan memulai proyek replika Lamborghini pertamanya. Dengan menggunakan modalnya sendiri.
Untuk mendapatkan gambar Lamborghini yang presisi, Dika memilih membeli file scan mobil asli. Tak murah, bila dirupiahkan file itu mencapai Rp 18 juta. Ia membuat bentuk dengan cara membentuk gabus sesuai dengan bentuk asli bodi tiap bagian. Kemudian menjadikan gabus tersebut sebagai cetakan untuk membuat body dari fiber glass. Dengan hal itulah yang membuat replika ciptaan Dika memiliki detail bentuk yang sangat mirip.
Ia menggunakan mobil Mazda sebagai proyek pertamanya. “Waktu itu hanya menggunakan mesin dan kaki-kakinya saja untuk rangka buat sendiri,” ujarnya. Dalam kurun waktu satu tahun, ia berhasil menyelesaikan proyek pertamanya dan membuat orang kepincut dengan hasil karya tersebut. “Kesulitan itu bagian perakitan, waktu pertama itu tidak langsung menyatu body dan rangkanya,” kata Dika. Ia menghabiskan sekitar 120 juta pada proyek pertama sekaligus dengan peralatan.
Di sela-sela mengerjakan, ia juga aktif membuat video di Youtube. Dan mungkin itulah yang menjadi pintu customer melirik replika Lamborghini buatan Dika. Pesanan pertama datang dari orang Sumatera. Dan meminta pesanan untuk dibuatkan mobil Lamborghini.
Saat ini, tarif yang dipatok Dika untuk mengubah dari mobil biasa menjadi Lamborghini, sebesar Rp 350 juta. Di tengah-tengah pesanan pertama, Dika mendapat orderan dari Amerika Serikat untuk dibuatkan body dan interiornya saja. “Kalau body Rp 150 juta plus interior Rp 170 juta,” katanya. Pemesan menghubungi Dika melalui email. Menurutnya, customer mengetahuinya dari Youtube miliknya.
Pesanan pun mulai datang dengan berbagai bentuk, terdapat replika Ford Mustang di bengkelnya. Namun ia masih membatasi pesanan untuk convert mobil. Suami Nabila Kamalia itu lebih memilih fokus melayani pesanan body untuk pasar luar negeri. Ia juga mendapat pesanan untuk membuat replika Lamborghini yang akan digunakan sebagai properti film. Terbaru, ia mengirim pada tanggal 6 September lalu ke Amerika Serikat. (*/lid)
Editor : Kholid Amrullah