Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Abdul Gani Gugur Dilindas Tank Belanda, Namanya Abadi di Kota Batu

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 10 November 2023 | 22:00 WIB

 

 

Jalan Abdul Gani Kota Batu diambil dari nama pahlawan yang meninggal tragis dilindas tank Belanda
Jalan Abdul Gani Kota Batu diambil dari nama pahlawan yang meninggal tragis dilindas tank Belanda

BANYAK pahlawan dari Kota Batu. Namanya diabadikan menjadi nama jalan. Di antaranya Jalan Abdul Gani, Jalan Ikhwan Hadi, Jalan Bejo, Jalan Kacung Permadi, Jalan Munif, Jalan Abdul Manan Wijaya, Jalan Kapten Ibu, Jalan Sudarno, Jalan Kasan Kaios, dan Jalan Mohammad Sahar.

Ketua DPC Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Batu Hendri Isriawan menceritakan, Abdul Gani adalah nama tokoh pejuang asal Kampung Klebengan, Kelurahan Ngaglik. Dia gugur di Dusun Kaliputih dengan kondisi mengenaskan.

”Jenazahnya diseret mulai dari Alun-Alun Kota Batu hingga SMPN 2 Kota Batu (Jalan Bromo). Di sana beliau dilindas tank," tuturnya.

Kisah itu pun melekat dalam ingatan salah satu warga bernama Rusmi, 81. Dia menuturkan, Abdul Gani dikenal sebagai pejuang yang tangguh. "Meski waktu itu saya masih belum sekolah. Tapi, cerita perjuangan Abdul Gani saya dengar dari orang tua," kata dia.

Selain Jalan Abdul Gani, ada nama Jalan Ikhwan Hadi di Kelurahan Ngaglik. Budayawan Kota Batu H Achmad Rifai mengatakan, Ikhwan Hadi merupakan guru di Miftahul Ulum Sisir. "Ikhwan Hadi tergabung dalam Laskar Hizbullah. Dia gugur di Sidoarjo dalam peristiwa perang 10 November di Surabaya. Atas jasanya, kini dijadikan nama jalan di Kelurahan Ngaglik," jelasnya.

Selanjutnya, di Kelurahan Sisir juga terdapat nama jalan yang hanya satu kata. Yakni, Jalan Bejo. Berdasarkan penelusuran wartawan koran ini, di sana terdapat tugu tertulis "Di sini gugurnya pahlawan bangsa Bejo dan delapan orang kawannya. Dalam pertempuran mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947,” kata dia.

Sedangkan Penasehat Lembaga Adat Kelurahan Sisir Harijono memaparkan, tahun 1947pasukan Bejo hendak menyerang Belanda yang berada di wilayah Sisir. Peristiwa tersebut terjadi saat Agresi Militer II setelah spionase (mata-mata) pasukan Bejo bernama Untung, Gimun, dan Warnun tertangkap pasukan Belanda di sekitar Tangsi Belanda (sekarang Hotel Ciptaningati). Mereka adalah pejuang rakyat kecil dari daerah Sisir, Kota Batu.

"Pasukan Bejo ini berjalan dari arah utara. Sesampainya di Dusun Kaliputih, langsung dibunuh secara keji oleh pasukan Belanda. Lokasinya di sekitar Jalan Bejo sampai Gang Punden Diajeng Karsinah Kaliputih," ceritanya.

Terpisah, sejarawan Universitas Negeri Malang (UM) Dwi Cahyono berharap pemerintah memperhatikan pahlawan lokal di masing-masing daerah. Setidaknya, namanya diabadikan menjadi nama jalan di daerah tersebut. "Untuk nama jalan Abdul Gani memang hanya ada di Kota Batu. Tidak ada di Kota Malang maupun Kabupaten Malang," jelasnya.

"Jika perlu Pemkot Batu memperbanyak nama jalan pahlawan lokal. Sebab, selama ini nama pahlawan lokal minim literasinya," tambahnya. (ifa/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#abdul gani #Kota Batu #belanda