Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rp 3,3 Miliar untuk Solusi Banjir Bumiaji Batu

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 23 Desember 2023 | 19:08 WIB
AKSI DAMAI: Warga Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji menyampaikan  aspirasi di depan gedung DPRD Kota Batu kemarin (22/12).
AKSI DAMAI: Warga Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji menyampaikan aspirasi di depan gedung DPRD Kota Batu kemarin (22/12).

KOTA BATU – Ratusan warga Desa Bumiaji memadati jalanan di Kota Batu, kemarin (22/12). 

Mereka konvoi dari Balai Desa Bumiaji menuju gedung DPRD Kota Batu.

Sesampainya di gedung wakil rakyat, mereka menyampaikan aspirasinya. 

Yakni meminta legislator mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menangani banjir di dua dusun, kawasan desa Bumiaji di Dusun Beru dan Banaran.

Kepala Desa (Kades) Bumiaji Edy Suyanto yang ikut dalam rombongan aksi memaparkan, dua dusun tersebut menjadi langganan banjir luapan lumpur. 

“Tuntutan kami ada dua poin. Yakni perlunya sodetan di Kali Paron dan menghijaukan area hulu-hilir termasuk Kali Paron,” terangnya.

Dia menceritakan, banjir akhir-akhir ini disebabkan akibat alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian. 

Banjir paling parah yaitu pada 2021 lalu. 

Sebab, banjir bandang di wilayah Bumiaji sampai menelan 7 korban jiwa. 

“Selama musim hujan, warga kami selalu nggak berani tidur. Khawatirnya terjadi hujan deras, air kali Paron meluber hingga masuk ke rumah warga,” tutur dia. 

Dalam kesempatan itu, dia mengaku tidak alergi pada orang-orang yang mengubah hutan menjadi lahan pertanian. 

”Namun harus ada regulasi yang baik agar hutan mampu menyerap air,” katanya. 

Usai berorasi di depan gedung DPRD, Edy bersama perwakilan warga langsung melakukan audiensi bersama Pimpinan DPRD Kota Batu. 

Ketua DPRD Kota Batu Asmadi menerangkan, dalam pertemuan itu ada komunikasi dua arah antara perwakilan warga dengan dewan. 

“Kepentingannya cuma satu. Yaitu bagaimana cara menangani masalah banjir agar tidak terjadi lagi. Tadi sempat menyebut nominal Rp 3,3 miliar. Berhubung penganggaran APBD murni tidak bisa, maka bisa kita penuhi dengan belanja tidak terduga (BTT),” terangnya.

Sedangkan Wakil Ketua I DPRD Kota Batu Nurochman menyebut, yang perlu diidentifikasi pertama kali adalah penyebab banjir. 

Kemudian tindakan pasca-banjir harus dituangkan dalam rekomendasi. 

“Intinya, kita semua harus berkomitmen bersama. Harus ada rekomendasi yang konkret yang melibatkan semua pihak. Baik Perhutani, aktivis lingkungan, pelaku usaha, dan lain-lain,” tandasnya. (sif/ifa/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#dprd kota batu #Banjir #Bumiaji