BATU - Jalan Dewi Sartika, depan Pasar Induk Among Tani telah memakan korban meninggal dunia (MD) pada awal tahun 2024 (1/1) lalu. Hal ini membuat warga ingin jembatan penyeberangan segera dibangun.
Salah satu warga Bambang Purnomo mengatakan, Jalan Dewi Sartika memang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Alasannya, jalur satu arah membuat pengguna jalan terbiasa melaju dengan kecepatan tinggi.
Bambang menjelaskan, sarana dan prasarana pejalan kaki di depan Pasar Induk Kota Batu perlu diperhatikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Contohnya, pedestrian crossing traffic light (PCTL) harus berjalan dengan optimal. "Sudah satu bulan ini, tombol di PCTL ini tidak berfungsi. Padahal, jika tombol ini ditekan harapannya pengguna jalan bisa langsung berhenti (menghargai para pejalan kaki)," ungkapnya.
Dia juga berharap, Pemkot Batu segera membangun jembatan penyeberangan antara Terminal Kota Batu dan Pasar Induk Among Tani. "Soalnya banyak lansia yang menyeberang di sini. Jangan sampai Jalan Dewi Sartika memakan korban laka lantas lagi," kata warga asal Kelurahan Songgokerto tersebut.
Pantauan wartawan koran ini, jalur zebra cross (penyeberangan di depan Terminal Kota Batu) memang selalu ramai. Sayangnya, tidak semua masyarakat menyeberang di zebra cross. Sehingga, sering kali pengendara mobil maupun truk melakukan pengereman mendadak.
Sementara itu, warga lainnya bernama Yasin juga merasa kesulitan jika menyeberang dari arah Terminal Kota Batu ke Pasar Induk Among Tani dan sebaliknya. "Warga ingin segera ada jembatan penyeberangan di sini. Mau model jembatan layang atau bawah tanah, yang penting harus segera ada jembatan," tuturnya kepada wartawan koran ini usai menyeberang," terangnya.
Menurutnya, apabila jembatan layang dibangun, sebagian lansia dirasa masih sanggup berjalan tetapi dengan pendampingan. "Harapan warga itu yang penting jembatan penyeberangan segera dibangun. Kenyamanan pejalan kaki harus menjadi prioritas," tutup Yasin. (ifa/lid).
Editor : Kholid Amrullah