Berawal dari kelihaiannya mengendarai mobil, Sandy Andrianto kini menjadi driver handal dalam event Show Man on Fire di Museum Angkut. Aksinya yang lincah kerap membuat penonton berdebar-debar.
SYIFA DZAHABIYYAH
Sandy sedang bersiap untuk menampilkan show Man on Fire saat dikunjungi Jawa Pos Radar Malang, Minggu (28/1). Dengan mengenakan setelan ala pembalap, driver show mobil Man on Fire tersebut menyambut tim dengan ramah.
Pada awalnya, Sandy hanya bisa mengendarai mobil biasa. Namun itu semua berubah sejak manajemen Museum Angkut menyuruhnya untuk belajar drifting (ngepot) 3 tahun yang lalu. Dia belajar mengendarai sedan klasik dipandu langsung oleh pembalap reli. Perlu waktu berbulan-bulan bagi pria kelahiran 1996 itu untuk dapat melakukan slalom. "Banyak bagian yang berbeda antara mobil biasa dan mobil balap. Apalagi menyelaraskan rem kaki dan rem tangan agar bisa meliuk-liuk. Jadi kesulitan awal adalah adaptasi dengan mobil," ucapnya.
Teknik drifting dan slalom memiliki beberapa fokus yang berbeda. Drifting fokus pada kecepatan dan cara untuk menikung tajam atau sliding. Sementara kecepatan slalom lebih rendah dan fokus untuk melewati rintangan-rintangan traffic cone. Sementara teknik yang dipelajari Sandy adalah slalom. Di Museum Angkut, cone tersebut diganti oleh para pengunjung dan pemandu. Sehingga driver harus memutari mereka beberapa kali.
Butuh waktu 4 bulan lamanya bagi Sandy untuk berlatih. Dalam 1 minggu sekali, pria asal Nganglik itu akan berlatih di area Museum Angkut. Ia mengatakan, konsentrasi menjadi poin utama untuk dapat melakukan atraksi secara sempurna. "Fisik juga harus prima karena kecepatan tangan dan kaki dibutuhkan agar slalom dapat berjalan dengan baik," ujar ayah satu anak tersebut.
Sandy mengatakan, Museum Angkut memodifikasi sedan-sedan menjadi mobil balap. Sedan yang dipilih pun khusus penggerak belakang agar memudahkan manuver mobil. Total ada 7 mobil sedan yang dapat digunakan latihan maupun show. Dalam sekali show akan ada 4 driver dengan durasi 30 menit. "Hal lain yang menjadi tantangan adalah berburu spare part mobil. Kadang harus berkeliling ke beberapa kota, baru mendapatkan spare part yang sesuai," katanya.
Sandy mengaku sangat senang bisa membuat pengunjung dapat merasakan pengalaman nge-drift bersamanya. Karena cukup memacu adrenalin, biasanya para pengunjung akan berteriak histeris saat berada di bangku penumpang. "Menjadi kesenangan tersendiri bagi saya jika para pengunjung dapat merasakan pengalaman baru yang memacu adrenalin namun tetap aman," pungkasnya. (*/lid)
Editor : Kholid Amrullah