Sampah di Kota Batu Meningkat 10 Ton, Ternyata Ini Sebabnya
A. Nugroho• Minggu, 6 Juli 2025 | 05:22 WIB
PROSES PEMILAHAN: Para petugas memilah sampah di TPS3R Kelurahan Sisir beberapa waktu lalu.
KOTA BATU - Libur panjang sekolah membuat produksi sampah harian di Kota Batu meningkat 10 ton. Itu tak lepas dari peningkatan kunjungan wisata yang terjadi sejak momen ini. Biasanya produksi sampah hanya berkisar 10-25 ton saja. Namun, kini naik menjadi Rp 35 ton per hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni memastikan peningkatan produksi sampah masih teratasi dengan baik. Mengingat tiga insinerator atau mesin pembakaran sampah beroperasi dengan baik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung.
Ditambah ada dua insinerator yang ada di Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS 3R) di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu dan Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo yang juga bisa dimanfaatkan saat darurat.
Dian menyebut satu unit insinerator memiliki kapasitas untuk membakar 15 ton sampah per hari. Dengan lima insinerator, kalkulasi sampah yang bisa dibakar mencapai 75 ton per hari. “Artinya, dengan peningkatan produksi sampah saat ini masih aman,” katanya.
Ditambah Pemkot sedang melakukan upaya reduksi operasional insinerator. Salah satu dengan pemilahan sampah organik dengan nonorganik. “Sebab, sampah organik kami olah menggunakan biokomposter,” jelasnya.
Mengingat selama ini produksi sampah nonorganik mendominasi. Yakni mencapai 60 persen. Produksinya paling banyak dihasilkan dari hotel, restoran, maupun kafe (horeka). Gerakan itu sudah mulai gencari disosialisasikan. Khususnya melalui media sosial.
Dengan begitu, sampah yang dikirim ke TPA Tlekung bisa langsung diolah sesuai jenisnya. Alias tanpa perlu proses yang lama untuk pemilahannya. Sedangkan, untuk proses pembakarannya pun sudah memakan waktu. (ori/dre)