BATU - Program seribu sarjana yang diinisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mendapat banyak perhatian dari pihak swasta. Itu terbukti dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang terus mengalir. Hingga kemarin (16/9), total sudah ada Rp 1,9 miliar dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang terkumpul.
Wali Kota Batu Nurochman mengaku langsung menerima dana CSR sebesar Rp 500 juta setelah peluncuran program seribu sarjana bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei lalu. Kemudian dana CSR yang masuk terus bertambah hingga mencapai Rp 1,5 miliar.
“Beberapa waktu lalu ada tambahan lagi sebesar Rp 425 juta, sehingga kalkulasinya kini sekitar Rp 1,9 miliar,” ujarnya. Dana tersebut sudah mulai digunakan mengkover biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebanyak 214 mahasiswa asal Kota Batu. Pria yang akrab di Cak Nur itu mengaku bangga lantaran animo pendaftar beasiswa itu cukup tinggi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M Chori menyampaikan ada 284 pendaftar dalam seleksi penerima beasiswa program seribu sarjana beberapa waktu lalu. Sayangnya 70 pendaftar dinyatakan tidak lolos karena tak memenuhi kualifikasi. Sedangkan, 214 pendaftar yang lolos kini sudah menempuh semester tiga.
Pelamar beasiswa minimal harus sudah menempuh semester satu. Sebab, ada syarat minimal Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yakni 3,25. Itu dibuktikan dengan Kartu Hasil Studi (KHS). Pada saat seleksi dibuka, rata-rata pelamar sedang menempuh semester dua. Sehingga, 214 yang lolos kini sedang menjalani perkuliahan semester tiga.
“Saat seleksi administrasi kami lakukan verifikasi langsung kepada pihak kampus,” ujarnya. Tujuannya untuk memastikan status keaktifan mahasiswa dan beasiswa. Sebab, penerima beasiswa seribu sarjana tidak boleh menerima beasiswa dari pihak manapun. Sehingga tidak diperkenankan double funding.
Selain itu, penerima beasiswa dikhususkan bagi mereka yang mengambil jurusan pariwisata, pertanian, teknik, dan vokasi. Kampusnya pun tak sembarangan. Mahasiswa dari Kota Batu yang boleh melamar beasiswa itu adalah mereka yang berkuliah di kampus-kampus mitra Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.
Di antaranya Universitas Brawijaya (UB), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Terbuka (UT), Universitas Merdeka (Unmer), Universitas Widya Karya, Universitas Ma Chung, Politeknik Sahid. dan Universitas Dr. Soetomo Surabaya.
“Estimasi pembiayaan UKT antara Rp 5-6 juta per semester,” imbuh mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu itu. Chori menambahkan bila seleksi dilakukan sangat ketat. Mengingat peminatnya banyak sedangkan kuota yang ada begitu terbatas. Dia juga melakukan visitas ke rumah penerima beasiswa untuk memastikan kondisi ekonominya.
Saat ini program tersebut belum disalurkan secara resmi kepada penerima beasiswa. Namun, penyaluran dipastikan dalam waktu dekat. Chori membeberkan rencana realisasi secara simbolis kepada penerima beasiswa akan dilakukan bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Batu nanti. (ori/dre/adv)
Editor : A. Nugroho