BATU – Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Kota Batu tahun depan bisa jadi tidak lagi menempati UPT Panti Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (PPSPA) Bima Sakti Batu. Sebab, saat ini Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia sedang membangun 60 titik Sekolah Rakyat yang permanen mulai bulan ini.
Anggaran yang digelontorkan tak tanggung-tanggung, yakni sebesar Rp200 miliar untuk tiap sekolah. Sekolah Rakyat permanen akan berdiri di lahan seluas enam hektare. Sebab, ke depan Sekolah Rakyat bakal memiliki jenjang SD, SMP, hingga SMA. Pembangunannya ditarget rampung pada Juni 2026 mendatang. Dengan begitu, Sekolah Rakyat permanen bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027 nanti.
Sementara ini, baru jenjang SMP saja yang berjalan di Sekolah Rakyat rintisan. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu Lilik Fariha menyebut Sekolah Rakyat rintisan akan tetap beroperasi sambil mencari lahan terbaik. Sebab, pembangunan Sekolah Rakyat permanen hanya akan disalurkan kepada daerah yang memiliki lahan representatif.
Dia menyampaikan pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang saat ini sedang berlangsung ada di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Daya tampung sekolah tersebut diperkirakan mencapai 1.000 siswa. “Kalau hasil evaluasi kemarin, kami diwacanakan menerima tipe yang baru,” jelasnya.
Lebih lanjut, Lilik menyebut Sekolah Rakyat tipe baru akan memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan SR rintisan. Sayangnya, dia belum bisa memastikan apakah ada opsi memboyong siswa SRMP 14 Kota Batu ke daerah lain. “Komunikasi ke arah sana belum ada. Kami juga masih menunggu arahan,” tandasnya.
Untuk diketahui, operasional Sekolah Rakyat baru berjalan tiga bulan. Aset yang ditempati rata-rata milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di seluruh Indonesia. Ada 100 titik Sekolah Rakyat rintisan yang sudah berjalan tahun ini. Namun, dalam waktu dekat Kemensos RI akan ekspansi ke 65 titik lainnya.
Artinya, tahun ini akan ada 165 titik Sekolah Rakyat yang beroperasi dengan daya tampung sebanyak 16 ribu siswa. Dia menarget setiap daerah harus memiliki satu Sekolah Rakyat. “Operasional Sekolah Rakyat rintisan hanya sampai tahun ini saja,” jelas Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf dalam kunjungannya beberapa waktu lalu. Pihaknya mengaku masih terus menggodok skemanya. (ori/dre/adv)
Editor : A. Nugroho