Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Creative Space akan Dibangun di Beberapa Titik di Kota Batu

A. Nugroho • Minggu, 21 September 2025 | 16:46 WIB
SARPRAS: Creative space di Pasar Induk Among Tani Batu bakal jadi salah satu titik pengembangan ekonomi kreatif.
SARPRAS: Creative space di Pasar Induk Among Tani Batu bakal jadi salah satu titik pengembangan ekonomi kreatif.

BATU - Ekonomi kreatif (ekraf) bakal terus dikembangkan. Salah satunya melalui pembangunan creative space di beberapa titik, seperti yang ada di Pasar Induk Among Tani.

Ke depan, pembangunan creative space akan memanfaatkan lebih banyak aset Pemkot Batu. Namun, juga tak menutup kemungkinan berasal dari kerja sama dengan pihak swasta.

Kabid Perencanaan Pembangunan, Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur, dan Kewilayahan (P3SDAIK) Bappelitbangda Kota Batu, Rizaldi, mengungkapkan pembangunan creative space terinspirasi dari Malang Creative Center (MCC) di Kota Malang.

Kendati begitu, operasionalnya nanti tidak tersentral di satu area atau gedung, melainkan menyebar di beberapa titik. Rizaldi menyebut pembangunan creative space nantinya juga akan menyasar Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT-KUMKM).

Pembangunan sektor pendukung ekraf sesuai visi misi kepala daerah. Termasuk rencana pendirian Batu Artpreneur dan Batu Art Center. Pembangunan ekraf juga akan bekerja sama dengan pihak swasta. Misalnya dengan PT Selecta, yang akan digandeng untuk membuka ruang kreatif yang lebih luas di Kota Batu.

“Termasuk kampung UMKM yang sudah berjalan saat ini juga menjadi cikal bakal creative space,” jelas Rizaldi.

Dia menilai sejauh ini belum banyak pelaku ekraf yang memiliki wadah yang tepat. Untuk itu, creative space bukan hanya sebagai wadah produksi saja, namun juga tempat berdiskusi dan mengembangkan sektor ekraf.

Sayangnya, Rizaldi belum dapat menyebut berapa titik yang akan dibidik untuk pembangunan creative space. Sebelum itu, pihaknya perlu melakukan kajian lebih dulu, khususnya membahas skema pembiayaan.

“Kami juga masih menunggu Peraturan Daerah (Perda) Pengembangan Ekonomi Kreatif,” tandasnya.

Sebagai informasi, ada 17 subsektor ekraf yang ada di Kota Batu. Meliputi pengembang permainan, arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, fesyen, kuliner, film, animasi dan video, fotografi, desain komunikasi visual, televisi dan radio, kriya, periklanan, seni pertunjukan, penerbitan, serta aplikasi. (ori/dre/adv)

Editor : A. Nugroho
#creative space #ekonomi kreatif #pemkot batu