BATU - Sebanyak 20 model berlenggang dalam acara Fashion on the River di Coban Putri kemarin (2/10). Menariknya, ajang peragaan busana dalam memperingati Hari Batik Nasional itu tak berpose di atas red karpet sebuah gedung. Melainkan memamerkan busana di bawah keindahan air terjun.
Satu per satu model berjalan menuju panggung utama di tengah sungai. Sembari berpose, pembawa acara juga memaparkan filosofi busana batik khas Kota Batu yang dikenakan. Filosofi yang dipaparkan mengangkat berbagai potensi unggulan Kota Batu. Seperti Kampung Tempe Beji, Candi Songgoriti, Paralayang dan sebagainya.
Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto mengatakan, ada yang berbeda pada unjuk fashion show di tahun ketiga ini. Setelah sebelumnya hanya sekadar ajang peraga busana. Kini, designer batik ditantang untuk berlomba menunjukkan kreativitas terbaik. “Animo tahun ini cukup besar, mulanya kami menerima sebanyak 43 pendaftar,” ungkapnya.
Puluhan designer itu kemudian dilakukan kurasi secara internal. Mulai dari penilaian padu padan warna, filosofi hingga model busana yang didesain melalui tes wawancara. Akhirnya, terpilih sebanyak 20 besar finalis Fashion on the River. “Nanti kami pilih untuk tiga besar sebagai designer terbaik,” paparnya.
Tak hanya berasal dari designer muda Kota Batu, peminat ajang busana bernuansa alam itu menarik designer dari berbagai daerah. Seperti Kabupaten Lumajang, Blitar, Jombang hingga beberapa kota di Jawa Tengah. Itu artinya, wastra khas Kota Batu semakin dikenal dari berbagai daerah.
Pemilihan lokasi tahun ini juga berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah sebelumnya digelar di Coban Talun, tahun ini giliran Fashion on the River digelar di Coban Putri. Itu bertujuan sekaligus mengenalkan destinasi wisata pada para wisatawan. “Dengan begitu, destinasi wisata alam akan berkolaborasi dengan sektor ekonomi kreatif (ekraf),” tegas Onny.
Lebih lanjut, Wali Kota Batu Nurochman menegaskan, eksistensi wastra khas Kota Batu didorong untuk terus berkembang. Salah satunya melalui ajang peragaan busana. Dengan begitu, jangkauan wastra akan semakin diminati secara nasional.
“Ajang kolaborasi ini merupakan suatu bentuk komitmen dukungan kemajuan sektor ekraf dan daya tarik wisata,” tegasnya. Dirinya berharap ajang tersebut akan semakin diminati banyak designer. Terlebih melahirkan designer unggulan yang mendorong kemajuan ekraf di Kota Batu. (ori/lid/adv)
Editor : Kholid Amrullah