BATU - Dukungan bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Batu kembali menguat setelah Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menegaskan komitmennya menggelontorkan bantuan berbasis Corporate Social Responsibility (CSR). Hal itu disampaikan saat berdiskusi dengan pelaku usaha dan Pemkot Batu di Paolo Fest Cafe pada Kamis malam lalu (20/11).
Helvi menyebut kunjungan sebelumnya pada Desember 2024 ke Sentra Wisata UMKM Rejoso, Pasar Induk Among Tani, dan PLUT Agrokreatif menjadi dasar evaluasi kondisi terkini UMKM Kota Batu. “Sejak kunjungan itu, kami terus memantau perkembangan UMKM di Kota Batu. Banyak potensi yang bisa naik kelas tetapi perlu dukungan lebih kuat terutama dari sisi permodalan,” kata Helvi.
Salah satu skema yang tengah disiapkan ialah kerja sama CSR dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Namun, Helvi menekankan bahwa penyaluran CSR harus tetap memenuhi prinsip bisnis. “CSR tidak bisa semata-mata menjadi bantuan sosial. Kami perlu memastikan holding UMKM yang didukung benar-benar punya peluang untuk tumbuh,” ujarnya.
Ia menambahkan pemerintah pusat telah menerima usulan agar dukungan CSR ini masuk dalam penganggaran tahun 2026. Selain memperkuat permodalan, bantuan ini diharapkan menjadi fondasi bagi rencana menjadikan Kota Batu sebagai pilot project Desa Wisata UMKM. “Batu punya ekosistem yang kuat. Tinggal didorong dengan intervensi yang tepat,” tegasnya.
Wakil Direktur BRI Agus Noorsanto menyambut positif rencana sinergi tersebut. Menurutnya, BRI selama ini sudah konsisten menyalurkan berbagai dukungan seperti pembinaan desa, pelatihan pemasaran, packaging, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Selama ada rekomendasi pemerintah, kami siap menyalurkan CSR,” ujarnya.
Namun, kata Agus, bantuan tidak dapat diberikan tanpa kajian yang jelas. Ia meminta Pemkot Batu segera menyusun proposal berisi kebutuhan alat, profil usaha, dan proyeksi dampak ekonomi. “Kami menilai seberapa besar impact CSR terhadap peningkatan kapasitas UMKM. Proposal harus lengkap dan berbasis data,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menyatakan dukungan CSR tersebut sangat dibutuhkan para pelaku UMKM. Ia memastikan Pemkot siap memfasilitasi penyusunan proposal dan pendampingan usaha. “Potensi produk UMKM Batu besar, bahkan beberapa sudah layak ekspor. Yang kurang hanya dukungan alat dan modal untuk meningkatkan kualitas produk,” katanya.
Heli mencontohkan pelaku usaha kripik buah dan sayur yang sebenarnya berpeluang masuk pasar internasional, namun terkendala alat pengolahan modern. (ori/dre/adv)
Editor : Aditya Novrian