Mikutopia Jadi Lokasi Simulasi Kesiapsiagaan Bencana

Kholid Amrullah • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:19 WIB
SIAP TANGGAP: Sebanyak 30 peserta pelatihan keselamatan wisata mengikuti simulasi kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Mikutopia, jumat (14/8).
SIAP TANGGAP: Sebanyak 30 peserta pelatihan keselamatan wisata mengikuti simulasi kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Mikutopia, jumat (14/8).
 
BUMIAJI - Mikutopia menjadi lokasi simulasi kesiapsiagaan dan mitigasi bencana dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Keselamatan Wisata yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, Jumat (14/8). Kegiatan tersebut diikuti 30 pengelola destinasi wisata dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Kepala Bidang Destinasi Disbudpar Jatim, Radiq Mulya Mahardika menyebut, pelatihan tersebut menjadi langkah responsif terhadap potensi ancaman bencana dan keselamatan di kawasan wisata. “Kami ingin teman-teman pengelola destinasi, desa wisata, hingga asosiasi memahami hal-hal yang harus dilakukan saat ada bencana atau kejadian darurat,” ujarnya di sela simulasi.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Agustus. Peserta mendapat pembekalan dari sejumlah instansi teknis, di antaranya Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pusat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jatim, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim. 


SIAP SIAGA: Pengelola wisata melakukan simulasi pertolongan pertama di Mikutopia Jumat (14/8).
SIAP SIAGA: Pengelola wisata melakukan simulasi pertolongan pertama di Mikutopia Jumat (14/8).

Basarnas memberikan materi mengenai Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan (K3) serta pertolongan pertama pada kecelakaan. Sementara BMKG Jatim memberikan pemahaman literasi cuaca dan iklim terapan untuk keselamatan operasional wahana di destinasi wisata. Materi tersebut diharapkan membantu pengelola mengambil keputusan cepat ketika menghadapi kondisi cuaca ekstrem. 

Pada hari terakhir, peserta menuju Mikutopia untuk mengikuti praktik dan simulasi penguatan kesiapsiagaan serta mitigasi bencana. Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan simulasi pertolongan pertama, termasuk penanganan korban menggunakan tandu dan pertolongan pertama pada kasus patah tulang. Simulasi kejadian gempa bumi dan kebakaran juga dilakukan.

HR Generalist Mikutopia Rizki Ramadhan Adi P menyebut, protokol keselamatan dari lembaga terkait penting diterapkan bersama oleh pelaku industri pariwisata. Koordinasi dengan BPBD juga rutin dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan di kawasan wisata.

“Di Mikutopia, kami sudah menyiapkan fasilitas K3 dan melakukan mitigasi sebelum operasional dimulai,” ujarnya.

Pihaknya juga menyiagakan sekitar 30 titik alat pemadam api ringan (APAR), perlengkapan tandu darurat, serta dua titik ruang P3K yang dilengkapi peralatan dan obat-obatan di area pintu keluar dan tengah wahana.

Koordinasi dengan BMKG juga dilakukan, terutama saat terjadi cuaca ekstrem. Jika kondisi cuaca dinilai tidak memungkinkan, operasional beberapa wahana akan dipertimbangkan demi menghindari insiden yang tidak diinginkan.

Editor : Kholid Amrullah
mikutopia Kesiapsiagaan Bencana Keselamatan Wisata disbudpar jatim Kota Batu