“Arema Sehat, Bebas Korona,” kurang lebih pengumuman yang terdengar di sana menemani suasana ramai kala Jawa Pos Radar Malang menyambangi pada Jumat (11/9) sore pukul 16.15.
Namun tidak seperti biasanya dimana orang dapat langsung parkir dan masuk berolahraga dari dua pintu masuk, di Rampal New Normal ini, setiap pengunjung harus melewati satu gerbang saja dan melewati jalur zig-zag menuju kran cuci tangan sebelum memulai olahraga. Terhitung kurang lebih 20 orang ikut mengantri saat wartawan koran ini mencoba masuk.
“Kalau dulu bisa langsung masuk, mobil motor campur. Sekarang karena physical distancing yang motor lewat sebelah selatan, mobil lewat gerbang utaranya yang arah menuju kolam renang,” terang Koordinator Lapangan Rampal, Peltu Didik Triyono.
Sejak pembukaan kembali pada tanggal 29 Agustus lalu, setidaknya dalam satu hari ada 200 pengunjung yang datang. “Sebenarnya itu jauh lebih sedikit dari sebelum pandemi, bisa sampai 800 pengunjung, belum kalau akhir pekan,” jelasnya.
Apabila masyarakat sedang berolahraga seperti lari, main basket atau tenis, pengunjung dapat melepas masker. “Habis itu pakai lagi kalau rehat, boleh lepas masker kalau memang sedang olahraga. Kalau ketahuan rehat tanpa masker kami akan ingatkan pengunjung tersebut,” ujar Didik.
Dilain tempat, Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm. Ferdian Primadhona mengatakan bila dalam satu dari dua kali waktu operasi pukul 06.00 hingga 11.00 dan 15.00 sampai 18.00 dibatasi hanya 300 orang.
“Kami batasi hanya 300 orang saja sekali waktu operasi,” terangnya. Ia menyebut pembukaan tersebut juga telah sesuai dengan rekomendasi Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang.
“Ini memang kami sesuaikan dengan rekomendasi dari Disporapar, yang mana kami sudah sediakan segala yang diperlukan seperti fasilitas cuci tangan dan petugas yang berjaga,” tambahnya.
Kurang lebih 31 kran air dan 10 petugas disiagakan di lapangan tersebut untuk menjaga pengunjung dari penularan virus korona. “Di pintu masuk disiagakan enam personel dan sisanya berkeliling untuk mengingatkan pengunjung agar menerapkan protokol kesehatan. Juga pengunjung wajib cuci tangan sebelum berolahraga,” kata Ferdian.
Ia menyebut bila dijadwalkan pula penyemprotan disinfektan secara rutin. “Satu sampai dua minggu sekali dilakukan penyemprotan fasilitas yang ada didalam. Kerjasama dengan Disporapar, BPBD dan PMI Kota Malang,” ujar dia.
Editor : Shuvia Rahma