Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gandeng FH UMM, Peradi Malang Raya Cetak Advokat Berkualitas via PKPA

Editor : Hendarmono Al S. • Minggu, 20 September 2020 | 19:15 WIB
Ketua DPC Peradi Malang Raya Iwan Kuswardi SH (lima dari kanan) bersama Dekan FH UMM Dr Tongat SH MH (enam dari kanan) beserta perwakilan Peradi dan dekanat FH UMM saat pembukaan pendidikan khusus profesi advokat PKPA angkatan IV (18/9). (Foto-foto: Adela
Ketua DPC Peradi Malang Raya Iwan Kuswardi SH (lima dari kanan) bersama Dekan FH UMM Dr Tongat SH MH (enam dari kanan) beserta perwakilan Peradi dan dekanat FH UMM saat pembukaan pendidikan khusus profesi advokat PKPA angkatan IV (18/9). (Foto-foto: Adela
MALANG KOTA – Untuk menciptakan lulusan yang semakin berkualitas sekaligus mampu menguasai tantangan jaman, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Malang Raya bekerja sama dengan FH UMM menggelar pembukaan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan IV Jumat (18/9). Kegiatan berlangsung di GKB IV UMM Kampus 3. Ketua DPC Peradi Malang Raya Iwan Kuswardi menyebutkan, PKPA itu sudah digelar bersama FH UMM sejak PKPA Angkatan 2.

Photo
Photo
Iwan Kuswardi, Ketua DPC Peradi Malang Raya

”Jadi ini ketiga kalinya kami kerja sama dengan UMM. Pertama kali saya mengharuskan untuk kerja sama dengan salah satu fakultas hukum yang akreditasinya minimal B. Dan UMM ini A dari sisi akreditasi. Artinya sudah sangat mumpuni sehingga apa yang kami lakukan hasilnya maksimal,” paparnya.

Iwan menyebut, PKPA Angkatan IV ini diikuti 52 peserta. ”30 persen peserta adalah fresh graduate FH UMM. Karena ini berkesinambungan sejak awal, kami konsisten menghadirkan pemateri tingkat nasional. Seperti mantan wakil ketua MA, mantan ketua kamar tata usaha MA, ketua pengadilan tinggi, hingga komisioner Komnas HAM. Untuk menaikkan grade di PKPA angkatan ini, kami coba bertemu ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI. Beliau bersedia jadi pemateri. Tentu ini jadi kebanggan tersendiri,” terangnya.

Photo
Photo
Pemaparan materi oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Peradi Hasanuddin Nasution SH MH tentang Kode Etik Advokat.

Materi PKPA yang diajarkan mulai 18 September hingga 7 November menggunakan kurikulum baru. Ini karena lebih terfokus pada praktik. Selain itu untuk memberikan layanan maksimal, Iwan bersedia membantu peserta PKPA yang nantinya membutuhkan tempat magang di LBH Peradi Malang Raya. ”90 persen (materi) semuanya mengenai serapan praktik. Tidak lagi teori. Karena seorang sarjana hukum sudah mumpuni dengan teorinya. Tapi untuk jadi pengacara berbeda, dari pengalaman praktik itulah kurikulum kami susun. Supaya pendalaman praktik itu terwujud,” terangnya.

Dekan FH UMM Dr Tongat SH MHum menambahkan, kurikulum menjadi pedoman penting dalam pendidikan. Sehingga kualitas alumni berkompeten tergantung pada kurikulumnya.

Photo
Photo
Suasana kelas PKPA angkatan IV di GKB UMM, Jumat (18/9). Tempat duduk peserta diatur berjarak.

”Selanjutnya, profesi advokat menuntut banyak kompetensi. Tantangan advokat di masa depan luar biasa. Apalagi globalisasi yang tidak ada batas. Ini membuka ruang yang sangat luas bagi calon advokat untuk bisa berkiprah dimana pun, di bagian belahan dunia ini,” ujarnya.

Pewarta: Adela Oki Nur Aini
Editor : Editor : Hendarmono Al S.
#Del #JPRM #peradi malang raya #Advokat #FH UMM #RMOC