“Ini terbakar saat gudang sudah tutup. Sekitar pukul 15.00 semua pengerjaan sudah selesai termasuk las-las di dalam,” terang Ihsan Guri, 59, warga sekitar tempat kejadian perkara.
Ia menyebut bila dalam dua hari ini ada pengerjaan perbaikan atap gudang yang sebelumnya terbakar pada 7 Juli lalu. “Ini sebenarnya sudah dua kali terbakar dan sekarang ini masih dalam perbaikan. Yang dibetulkan bagian atap dengan las. Karena rumah saya disamping gudang maka saya laporkan saja ke pemadam kebakaran,” tambahnya.
Pemadam kebakaran pun langsung merangsek memadamkan api. Begitu selesai, Jawa Pos Radar Malang pun mencoba melihat bagian dalam gudang sebelah barat yang terbakar. Hampir tidak ada barang berharga yang utuh di dalam gudang, hanya sisa-sisa peralatan elektronik seperti kulkas, mesin cuci, dan AC, tak ketinggalan peralatan las berbahan bakar gas yang teronggok di tempat kejadian. Akibat kejadian tersebut, atap seng dan rangka baja runtuh.
“Pada saat kejadian, sumber api berasal dari pojok kiri selatan gudang sebelah barat yang dulu pernah terbakar. Objeknya tadi berupa mesin cuci yang hangus,” terang Danru 2 Damkar Kota Malang, Anang Yuwono.
Namun demikian, ia belum bisa menyebutkan penyebab terjadinya kebakaran tersebut. “Kalau tadi infonya setelah pengerjaan perbaikan atap, sang pemilik melakukan pembersihan tapi entah kenapa terbakar lagi. Sementara tidak ada aliran listrik dan puntung rokok di dekat sumber api,” ujarnya.
Kini, penyelidikan tentang penyebab kebakaran gudang tersebut masih diselidiki. “Ini masih dalam penyelidikan, sementara tidak ada kerugian yang timbul karena nihil barang berharga,” terang Kapolsek Klojen Kompol Fatkhur Rohman.
Namun demikian, mantan Kapolsek Bululawang Polres Malang ini menyebut bila lokasi gudang yang dekat kawasan padat penduduk ini menyebabkan pemadaman cukup genting. “Ini kerugian tidak ada, tapi kalau tidak cepat tertangani bisa merembet ke perumahan padat .di sebelah,” kata dia.
Pewarta: Biyan Mudzaky Hanindito Editor : Editor : Hendarmono Al S.