Kepada tim penilai lomba Kampung Bersinar yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Ketua RW 09 Kel Oro-Oro Dowo, Rahman Wahyudi menyampaikan, dinas terkait sudah melakukan pendataan terkait wisata heritage tersebut. Bahkan, di wilayahnya juga ada sungai bawah tanah (irigasi bawah tanah) peninggalan Belanda.
Dimana sungai bawah tanah sepanjang sekitar 1 kilometer ini bisa dimasuki orang. "Orang dewasa bediri di dalamnya masih bisa. Lebar," kata Rahman, Senin (19/10).
Menurutnya, di wilayahnya jarang tejadi banjir. Karena irigasinya relatif bagus. "Air hujannya langsung ke sungai," terang dia.
Hanya saja, masih kata dia, di tempatnya tak ada biopori dan sumur air resapan. Karena tanahnya di kedalaman dua meter sudah banyak airnya. "Dulu di sini banyak sumbernya," terangnya. Lebih lanjut, pihaknya juga kesulitas mencari tempat untuk bank sampah dan komposer. Karena lahannya sudah penuh dengan bangunan rumah.
"Kami di tengah kota. Ada lahan, tapi milik warga dan sampai sekarang masih proses izin ke pemiliknya," ujarnya.
Tak hanya itu, warga RW 09 juga membuat aneka kerajinan dari rajut. Sepeti untuk tas, dan masker. "PKK di sini juga bikin produk olahan makanan ringan, seperti keripik," tambah ketua PKK RW 09 Suhartatik. Terpisah, Ketua PKK kel Oro-oro dowo Astarini menyampaikan, ke depan pihaknya akan membentuk pokja di RW tersebut. Tujuannya untuk menggerakan warga untuk pembuatan bank sampah dan kompos. "Warga sini kompak, kami optomis saran dari tim juri bisa dijalankan," ungkap dia.
Pewarta: Imam N Editor : Shuvia Rahma