Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Studi Banding di KBP, Terkejut Produknya Sama dengan Desa Asal

Editor : Hendarmono Al S. • Minggu, 22 November 2020 | 22:18 WIB
Rombongan dari sentra Perajin Sentra Anyaman Bambu Lamongan diajak praktik melukis bersama di media caping di Kampung Budaya Polowijen, Minggu (22/11).  . (Istimewa)
Rombongan dari sentra Perajin Sentra Anyaman Bambu Lamongan diajak praktik melukis bersama di media caping di Kampung Budaya Polowijen, Minggu (22/11). . (Istimewa)
MALANG KOTA – Berniat belajar meningkatkan sentra kerajinan anyaman bambu menjadi sentra edukasi, ternyata semua produk yang dibuat ornament tempat yang dikunjungi sama dengan di desa asal.

Itu terjadi saat Perajin Sentra Anyaman Bambu Lamongan melakukan studi banding di Kampung Budaya Polowijen (KBP), Minggu (22/11). Sebanyak 40 orang perajin dari sentra Kerajinan Anyaman Bambu Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan berkunjung ke KBP.

"Kami ingin membuat desa wisata seperti di kampung budaya ini, saya terkejut semua produk dari desa kami dibuat ornament di sini. Kami akan meningkatkan sentra kerajinan anyaman bambu di desa kami menjadi sentra edukasi sepeti di kampung ini," kata Lamiran, Kepala Desa Sukolilo, yang mendampingi warganya studi banding di KBP.

Dalam kunjungan itu, rombongan juga disuguhi Tari Topeng Malang bahkan rombongan diajak menari bersama. Rombongan sentra juga diajak praktik melukis bersama di media caping yang sengaja mereka bawa sebagai cinderamata buat KBP.

Menurut Lamiran, ide tentang desa wisata bambu sebenarnya sudah lama bergulir dan konsepnya dipakai di desa wisata lain.

Asan Sutanto, Ketua Sentra Kerajinan Bambu Lamongan mengatakan, pihaknya tidak menyangka di kampung budaya polowijen ini pemanfaatan kerajinan bambu Sukolilo sangat maksimal mulai eksterior rumah sampai interior. "Kami belajar betul dari kampung ini dan tinggal mereplikasi," ungkap Asan yang juga mentor Asosiasi Perajin Bambu Jawa Timur.

Namun dalam membangun kampung wisata, Ketua Pokdarwis Kota Malang Isa Wahyudi mengatakan, harus punya ciri khas dan keunikan tersendiri.

"Salah satunya adalah, Kampung Budaya Polowijen menggunakan bambu, karena di Polowijen ada tinggalan benda bersejarah yaitu Watu Kenong sebagai objek diduga cagar budaya (ODCB). Watu Kenong diduga sebagai umpak rumah bambu jaman itu," ujar pria yang akrab disapa Ki Demang itu.

Sehingga, sederetan rumah warga di KBP di sulap menjadi rumah beratapkan bambu dan di depannya banyak gazebo bambu. Selain banyak hiasan topeng juga banyak hiasan ornamen bambu yang digantung di rumah dan gazebo.

Pewarta: Errica Vannie A
Editor : Editor : Hendarmono Al S.
#Eri #studi banding #RMO #Perajin Sentra Anyaman Bambu Lamongan #Kampung budaya polowijen