Menurut hasil analisis Guru besar Ilmu Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (FE UM), Prof Dr Imam Mukhlis SE MSi, keberadaan generasi milenial dapat menggairahkan perekonomian dengan kreatifitas mereka.
"Apalagi dengan keberadaan Generasi Z dan Mileneal dapat lebih meningkatkan daya saing perekonomian Kota Malang. Dengan kreatifitas mereka kita dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita Kota Malang," ujarnya
Sebab dengan adanya inovasi dan kreatifitas dari pelaku ekonomi muda, dapat menciptakan nilai tambah ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat Kota Malang.
"Namun demikian, dibutuhkan fasilitas dan inkubasi dari stakeholders dalam menyediakan infrastruktur digital dan pembiayaan usaha bagi pelaku usaha pemula," terangnya.
Selain itu, talenta-talenta muda yang ada di Kota Malang dapat memiliki potensi pengembangan yang semakin luas dengan ditetapkanya Kawasan Ekonomi khusus (KEK) Singhasari dengan Peraturan Pemerintah no 68 tag 2019. Hal itu sedikit banyak memberikan banyak pengaruh bagi Kota Malang untuk meningkatkan perekonomian.
"Generasi tersebut bagian dari populasi penduduk Kota Malang, penduduk merupakan pembentuk faktor produksi tenaga kerja dan sekaligus pembentuk permintaan barang dan jasa. Dari sisi Tenaga kerja, Generasi Z dan Milenial dapat mendorong jenis tenaga kerja yang berbasis IT. Mereka sangat melek teknologi sehingga mampu mengembangkan inovasi untuk meningkatkan nilai tambah output," paparnya.
Di sektor informal, Gen Z dan Milenial bisa mengembangkan jiwa kewirausahaan mereka dapat mandiri dalam mengembangkan usaha berbasis digital. Kemudian di bidang pekerjaan formal, mereka dapat meningkatkan produktifitas kerja dan daya saing tenaga kerja.
"Dari sisi permintaan, generasi tersebut membutuhkan utilitas tinggi dalam hal produk-produk inovatif untuk memenuhi pencapaian kepuasan masyarakat, " pungkasnya.
Pewarta : Errica Vannie
Editor : Shuvia Rahma