Bila cita-cita Pemkot Malang ini kesampaian, bangunan dua pasar ikonik di Kota Malang ini tentu bakal lebih representatif. Di awal tahun ini, pemkot lagi-lagi melemparkan wacana soal revitalisasi dua tempat tersebut. Tak ingin muluk-muluk, tahun 2021 ini mereka menarget bisa memperjelas legal opinion (LO) dengan pihak ketiga terlebih dahulu. Baru di tahun 2022 mendatang tahap pemugaran akan dimulai.
Seperti diketahui, untuk bisa memoles Pasar Besar, Pemkot Malang harus berkomunikasi terlebih dahulu dengan PT Matahari Department Store yang punya hak menempati di sana hingga 2034 mendatang. Hak tersebut didapat setelah kedua belah pihak meneken kerja sama. Pihak Matahari dikabarkan masih belum setuju jika Pasar Besar dibangun mulai awal. Sebab, bangunan yang ada saat ini masih dianggap layak untuk digunakan. Sementara itu, Pemkot Malang memiliki pendapat lain yang menganggap pasar tersebut sudah tidak layak dan harus dibangun dari awal.
Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bila pemkot masih terus menjalin komunikasi dengan pihak Matahari. ”Hubungan dengan pihak Matahari terus dilakukan dan sesuai rencana tahun 2022 akan dibangun,” kata dia. Politikus Partai Demokrat itu juga menegaskan bila tahap pembangunan mayoritas akan dilakukan Pemkot Malang. Saat ini pihaknya mengaku masih memerlukan waktu untuk berkomunikasi dengan semua pihak yang terlibat agar segera ada titik terang rencana revitalisasi.
Sementara itu, juga mengakui bila saat ini pemkot dan PT Matahari masih terus menjalin komunikasi. Belum ada kesepakatan yang terjalin. ”Nanti jika sudah ada kesepakatan antara pemkot dan PT Matahari, insya Allah bisa segera dibangun,” kata dia.
Tentang Pasar Gadang, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Wahyu Setianto menyatakan revitalisasi dilakukan tahun 2022 mendatang. Asalkan urusan hukum antara pemkot dengan pihak ketiga bisa diselesaikan. ”Mudah-mudahan (bisa tahun ini), akan kami lihat lagi perjanjian kerja samanya dan akan kami komunikasikan lagi. Sebab, dari pihak investor minta kami duduk bersama lagi. Kami akan mengkritisi lagi,” kata Wahyu. Pembangunan Pasar Induk Gadang sendiri sebenarnya sudah dimulai pada 2013 lalu. Pengerjaan awalnya digarap investor PT Patra Berkah Itqoni (PBI) sejak 26 Januari 2013.
Dalam perjalanannya, proyek yang diperkirakan menyedot dana Rp 297 miliar itu akhirnya terhenti. Kabarnya, perjanjian kerja sama (PKS) antara pemkot dengan pihak investor itu akan dilanjutkan. Wahyu mengatakan bahwa diskopindag dengan pihak kedua pasar induk gadang itu telah berkomunikasi. Hasilnya pihak investor dikabarkan siap membangun pasar induk gadang. ”Kita tanyakan gimana investor, apakah siap membangun. Mereka mengatakan siap, tapi memang ada beberapa hal yang perlu dikomunikasikan lagi,” kata dia. (rmc/arl/adn/c1/by) Editor : Ahmad Yani