Proses pembongkaran makam untuk kepentingan otopsi tersebut dijaga anggota Polresta Malang Kota. "Adanya indikasi kejanggalan membuat kami curiga. Karena ada luka lebam di bagian tangan, kaki, dan kepala pada saat dilakukan pemandian jenazah," ujar Abdul Rohman, adik kandung korban.
Menurut Rohman, dengan dilakukan otopsi tersebut, pihak keluarga berharap ada titik terang tentang penyebab kematian SC. Karena selama ini, pihak kelurga masih tak percaya korban meninggal karena bunuh diri. ”Kami ingin mengetahui penyebab meninggalnya karena apa. Kami masih menunggu hasilnya (otopsi)," tambahnya.
Sebelum ditemukan meninggal SC diyakini tidak pernah mengalami masalah di dalam keluarganya bahkan cenderung harmonis. "Keluarga SC cenderung harmonis karena sudah menjalani pernikahan selama 2 tahun. Saat ditemukan meninggal, SC meninggalkan bayi kembar perempuan yang berusia 12 hari," tambahnya.
Seperti diberitakansSebelumnya, SC diduga bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri ke sungai. Beberapa hari kemudian korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa di pintu Bendungan Sengguruh. "Jadi Keluarga tidak mengetahui penyebab SC ini sampai bunu diri, tidak ada yang tahu," tambah Rohman.
Pewarta : M. Ubaidillah
Editor : Ahmad Yani