Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dispangtan Kota Malang Geber Penjurian Lomba Urban Farming 2021

Ahmad Yani • Selasa, 25 Mei 2021 | 01:41 WIB
Tim juri saat melakukan penilaian di perangkat daerah yang menjadi peserta lomba  dasa wisma. (Mahmudan/Radar Malang)
Tim juri saat melakukan penilaian di perangkat daerah yang menjadi peserta lomba dasa wisma. (Mahmudan/Radar Malang)
MALANG KOTA – Kantor perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemkot Malang terlihat kian hijau dan segar. Maklum saja, selama pandemi Covid-19 gencar dikampanyekan penghijauan di lingkungan kantor. Tak hanya di dinas, aktivitas urban farming juga digalakkan di kantor kecamatan hingga kelurahan.

Antusiasme terhadap penghijauan direspon Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang dengan menggelar Lomba Urban Farming Kota Malang 2021. Hari ini (24/5), penjurian Lomba Urban Farming 2021 mulai digelar dengan sasaran lima kantor perangkat daerah. Yakni Sekretariat DPRD, Inspektorat, Bappeda, BKSDM dan BKAD Kota Malang.

"Untuk persiapan giat ini sudah kami sosialisasikan sejak bulan Februari. Setelah itu dilakukan technical meeting di bulan April lalu dan sekarang tinggal penjurian," ujar tim juri Lomba Urban Farming untuk kategori perangkat daerah, Mohammad Ridwan.

Total, ada 91 perangkat daerah yang akan dinilai hingga 23 Juni mendatang. Sementara peserta untuk kategori dasa wisma ada 57 yang tersebar di semua kelurahan di Kota Malang. ”Untuk dasa wisma penjurian maksimal dilakukan 21 Juni," sebut dia.

Menurut Ridwan, di setiap kantor perangkat daerah yang menjadi peserta lomba, minimal ada 100 polybag tanaman. "Selain jumlah minimal 100 pot, yang ditanam juga ada tujuh jenis tanaman atau sayuran," kata Ridwan.

Pria yang juga Kasi Penganekaragaman, Konsumsi Dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang ini menyebut ada tiga bibit wajib yang harus ditanam. "Cabai, terong dan tomat itu wajib ada di setiap kantor. Karena ini merupakan yang paling banyak dikonsumsi," ujarnya.

Ia menambahkan, ada cukup banyak parameter yang menjadi dasar penilaian juri. Namun secara umum, ada tiga poin penting, yakni sumber bibit, keanekaragaman sayur (jenis dan jumlah) dan kesuburannya.

Menurut Ridwan, digelarnya lomba tersebut dengan semangat untuk lebih menkampanyekan urban farming. Apalagi sebelumnya Kota Malang pernah mendapatkan penghargaan di lomba serupa di level nasional. "Dulu kan pernah menang Urban Farming terbaik nasional, nah, pak Wali Kota Malang mau menghidupkan lagi semangat itu, mengingat ini juga berkaitan dengan ketahanan pangan masyarakat," pungkas Ridwan.

Pewarta: Biyan Mudzaky Editor : Ahmad Yani
#OPD #dispangtan #urban farming #Kota Malang #Kelurahan