Keputusan menutup wisata kampung tematik tersebut diungkapkan Wakil Ketua Manajemen Kampung Heritage Kajoetangan Herman Rabu (30/6). Penutupan dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19. "Tujuan kami ingin menghindari penyebaran virus Covid-19 serta munculnya klaster baru di Kota Malang,” terangnya Rabu (30/6). Penutupan akan berlangsung selama dua minggu ke depan dan akan melihat perkembangannya lebih lanjut.
Sebelumnya, kampung wisata tematik ini sempat membuka akses untuk wisatawan pada Juni pekan lalu. Namun, karena situasi Covid-19 mengalami peningkatan dengan terpaksa kembali ditutup. Kebijakan itu juga akan diiringi pembenahan kampung infrastruktur maupun properti di bagian dalam kampung.
Diakui Herman, penutupan tersebut membuat beberapa acara yang akan berlangsung di kampung tematik tersebut batal digelar. Termasuk acara tahunan dari program Kotaku. Namun, karena situasi pandemi Covid-19 di Kota Malang semakin meningkat, pihaknya terpaksa membatalkannya.
Pewarta: Mega Annisa Ni'mais
Editor : Ahmad Yani