Penemuan jenazah Pidekso bermula dari kecurigaan tetangga korban, M. Syehri. Menurut Syehri, dia melihat lampu rumah korban tidak menyala sejak Kamis malam. Sementara sepeda almarhum masih berada di luar rumah. "Hari Rabu itu masih keluar Mas, memasukkan sepeda, lalu sudah Ndak keluar lagi", ucapnya ketika ditemui wartawan Radar Malang.
Ketua RT setempat Mustakim juga menuturkan hal yang sama, "Pidekso orangnya tertutup, kesehariannya ya kerja serabutan" ucapnya saat ditemui di rumahnya. Mustakim mengatakan, Pidekso sebelumnya tidak pernah menceritakan apa-apa terkait penyakitnya, "ya normal,biasa saja", imbuhnya.
Sementara itu Alex, salah satu kerabat korban mengatakan terakhir kali almarhum kontak dengan keluarga di grup WhatsApp keluarga. "Ya biasa,hanya mengabari seperti biasa," terangnya. Alex juga mengatakan Pidekso memang hidup sendiri karena tidak menikah.
Di tempat terpisah, Bhabinkamtibmas Bripka Achmad Nuryani mengatakan dirinya diberitahu Ketua RT setempat saat dirinya sedang berada di rumah bapak RW untuk menjemput pasien positif Covid-19 yang sembuh. "Almarhum ini sudah menderita penyakit diabetes sejak lama, dugaan awal kematianya ya karena sakit," ucapnya.
Saat ditemukan kondisi jenazah korban sudah dalam kondisi kaku dan melepuh karena telah terjadi pembengkakan. Posisinya tertidur di kursi panjang ruang tamu dengan posisi kaki satu menekuk ke bawah lantai,serta tangan terkulai ke bawah.
Pewarta: Bayu Suryo Kusumo
Editor : Ahmad Yani