Qorry memang harus berjuang setiap hari untuk mendapatkan 8 tabung oksigen berukuran 1M³ untuk ayahnya yang positif Covid-19 dengan tambahan penyakit stroke yang dideritanya. Qorry menceritakan, sebelumnya dia sudah mencoba membawa ayahnya ke rumah sakit agar bisa mendapatkan perawatan yang baik. Sayangnya RS rujukan di Kota Malang sudah penuh atau overload. "Sempat dicarikan rumah sakit, sudah keliling Malang untuk mencari IGD tapi full semua. Jadinya disuruh pulang untuk isoman saja," kata dia.
Selama sepekan sang ayah menjalani isoman, sebagai anak sulung Qorry berjuang untuk memenuhi kebutuhan selama proses pemulihan orang tuanya. Berbekal dua tabung pinjaman dari saudara dan satu lagi dari sekolah di UKS MTSN 1 Malang dia harus memenuhi 8 tabung perhari dengan mondar-mandir melakukan pengisian tabung oksigen itu.
"Selama ini saya melakukan isi ulang oksigen di depo dengan biaya satu tabung Rp 50 ribu, jadi kalau delapan bebarati harus siap uang Rp 400 ribu. Saya beli itu biasanya di daerah Kemantren sama di Alam Oksigen," jelasnya.
Qorry mengaku sangat bersyukur dengan adanya penyediaan depo isi ulang oksigen gratis yang dibuka di kantor Bakorwil Malang. Bantuan tersebut sangat meringankan beban biaya selama proses perawatan ayahnya. Meskipun untuk isi ulang oksigen di Bakorwil dibatasi hanya dua tabung sehari. “Alhamdulilah bisa menghemat Rp 100 ribu, dengan adanya isi ulang oksigen gratis ini,” pungkasnya.
Beruntung saat ini kondisi ayahnya menunjukkan tanda-tanda mulai membaik. Terlihat dari saturasi oksigennya mengalami peningkatan. Selain ayahnya, adiknya juga sedang menjalani Isoman karena terkonfirmasi positif Covid-19.
Seperti diketahui, bantuan pengisian oksigen gratis dari Pemprov Jatim untuk warga Malang Raya sudah berjalan mulai Senin lalu (26/7). Bertempat di Kantor Bakorwil III, Jalan Simpang Ijen, Kota Malang.
Untuk mendapatkan bantuan oksigen tersebut, masyarakat hanya perlu mendaftar secara online melalui website https://infocovid19.jatimprov.go.id dengan mengisi data diri beserta persyaratan yang telah ditentukan.
Pewarta: Andika Satria Perdana (cj7)
Editor : Ahmad Yani