Penanggung jawab kegiatan dari BAIS TNI Kol Inf Gono Santosa mengatakan serbuan vaksin ini adalah pemberian tahap pertama dan menggunakan vaksin Sinovac. “Selanjutnya yang tahap kedua, diberikan 3 September mendatang di lokasi yang sama,” katanya kemarin melalui sambungan telpon.
Acara bertajuk “Serbuan Vaksinasi BAIS TNI, Kodam V Brawijaya dan Divif 2 Kostrad” ini dalam pelaksanaannya diatur menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok ditunjuk penanggung jawab untuk pengaturan waktu kedatangan supaya tidak terjadi penumpukan atau kerumunan peserta.
“Syukur Alhamduluillah, dengan cara pengaturan seperti itu pelaksanaan bisa berjalan lancar, aman dan sukses,” kata Gono.
Bahkan, sejumlah Forkopimda Kota Malang yang datang mengungkapkan rasa puasnya atas kelancaran serbuan vaksinasi yang digelar ini. "Selain tertib, lancar dan juga humanis sehingga masyarakat merasa terlayani dengan baik dan yang terpenting tidak terjadi kerumunan,” katanya.
Hadir di acara tersebut antara lain, Wali Kota Malang Sutiaji, Danrem 083/BDJ Kolonel Inf Irwan Subekti, Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Ferdian Primadona, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika dan Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso. Harapannya dengan vaskinasi ini, herd immunity warga Malang bisa segera cepat tercapai.Dan secara umum, Indonesia bisa segera terbebas dari belenggu wabah korona yang berkepanjangan ini.
Kolonel Gono juga menambahkan jika kegiatan serupa sebelumnya juga dilakukan di Surabaya pada 3-7 Agustus lalu sebanyak 10.000 vaksin. Berlanjut di Malang, dihelat hanya sehari pada 7 Agustus lalu sebanyak 2.500 vaksin, lalu di Banyuwangi sebanyak 2.500 vaksin pada 9 Agustus kemarin. Nantinya, juga akan menyusul kegiatan dari BAIS TNI di Yogyakarta sebanyak 5.000 vaksin dan Semarang 10.00 vaksin. Dia mengucapkan terima kasih atas dukungan banyak pihak yang telah mensukseskan acara ini. Antara lain, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang berpartisipasi mengirim tenaga kesehatan, Herions Mall, NK Cafe, Social Palace, Enygma Radius Intelegent System Smart Detector Suhu, serta sejumlah sponsor.
Peserta yang akan melangsungkan vaksin akan di screaning langsung melalui face dan CCTV, sehingga langsung terlihat tanpa ribet melakukan proses screaning. "Jadi data peserta,langsung dilakukan dengan sensor face detector dan CCTV", imbuhnya, sementara data yang sudah masuk akan langsung didata oleh ptugas entri data oleh MDI (Malang Disaster Impac).
Para peserta juga tak perlu risau, pasalnya selama vaksinasi,peserta dapat memantau melalui CCTV dari smartphone masing-masing. Karena di awal pendaftaran semua peserta sudah diberikan link CCTV untuk dapat di shearcing pada smartphone masing-masing peserta. Panitia juga menyediakan TV monitor di ruang tunggu, jadi peserta vaksinasi dapat memantau langsung proses kegiatannya.
Vaksinasi yang dilakukan juga tidak ada penumpukan peserta, pasalnya seluruh peserta yang akan di vaksin sudah mengetahui jadwa vaksinasinya masing-masing. "Dibagi 500 di awal,hingga 500 di akhir,mulai pukul 08.00-12.00. Peserta juga sudah mengetahui jadwal pelaksanaan vaksin, jadi tidak adanya penumpukan di area vaksinasi,” tambah Gono.
Terpisah, Ketua Pantia Vaksinasi Agustinus Tedja yang juga koordinator relawan posko Monitoring Disaster Impact (MDI) mengungkapkan. Pihaknya menangkap keinginan dari BAIS TNI agar mengakomodir sejumlah warga dari Indonesia Timur yang banyak bermukim dan tinggal di Kota Malang.
“Kita mengangkat program vaksinasi ini agar Indonesia terbebas dari Covid-19. Dengan mengakomodir masyarakat yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Ambon, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Papua yang kebanyakan mahasiswa menempuh pendidikan di Kota Malang,” ujar Tedja.
Dalam kegiatan ini, penyelenggara menyiapkan sebanyak 80 relawan tenaga kesehatan. Berasal dari Detasemen Kesehatan, Batalyon Kesehatan TNI dan relawan dari Nahdlatul Ulama (NU) serta dibantu relawan sejumlah 150 orang. (cj6/adn/mas/rmc) Editor : Shuvia Rahma