Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, untuk mendukung keberlangsungan penerapan PPKM Level 4 ini , pihaknya sengaja menunda sejumlah event wisata yang sudah dijadwalkan sebelumnya. “Tapi event itu sifatnya tertunda, salah satunya karena adanya penerapan PPKM di Kota Malang,” ungkapnya.
Dia mencontohkan event yang tunda itu di antaranya, Festival Kampung Brantas, Festival Lempung Agung Kampung Gerabah, Festival Kampung Wangi hingga dan Festival Kampung Celaket. Selain itu, untuk event yang diselenggarakan oleh hotel yang masuk dalam kalender event tahunan Disporapar Kota Malang, di masa pemberlakuan PPKM ini, baru ada satu event yang telah melaporkan untuk melakukan penundaan. Yakni, event Tong Tong Night Market. “Rencananya itu akan dilakukan oleh Hotel Shalimar, namun itu ditunda,” ungkapnya.
Menurut dia, penundaan event wisata itu memang harus dilakukan. Sebab, saat ini situasi pandemi Covid-19 di Kota Malang sedang meningkat. Terlebih, juga adanya peraturan di PPKM Level 4, yang harus meniadakan kegiatan yang menyebabkan kerumunan.
Setidaknya, dia melanjutkan, event wisata bisa kembali dilakukan saat penyebaran Covid-19 mulai mereda. Saat ini, yang paling utama adalah keselamatan jiwa. “Jadi kami memang tidak merekomendasikan bila akan mengadakan kegiatan,” ungkapnya. Dia pun menyadari, sektor wisata di Kota Malang masih sangat memprihatinkan.
Namun, pihaknya akan terus menggenjot promosi melalui media sosial untuk wisata yang ada di Kota Malang. “Seperti diketahui, ada 40 event yang masuk kalender event wisata tahun ini, nanti akan dilanjutkan bila kondisinya sudah membaik,” pungkasnya. (rmc/ulf/mas)
Editor : Ahmad Yani