"Para korban sudah bisa pulang dari rumah sakit, kami langsung secara perlahan melakukan pemeriksaan," terang Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi pada Jumat (20/8) pagi.
Seperti diketahui, para korban ada empat dalam peristiwa jelang hari Raya Idul Adha itu. Mereka diketahui bernama Hasan Bisri, Nurrochim, Agus, Isnandar. Keempatnya mengalami luka bakar serius. Sementara, korban bernama Ahmad Fitri tewas di lokasi kejadian. Para korban selamat sudah diperbolehkan pulang kemarin (19/8).
Namun demikian, bukan langkah mudah dalam menggali keterangan bagi kepolisian. "Warga sekitar tempat banyak yang tidak mau memberi keterangan kepada kami, mengakunya tidak tahu," ungkap dia. Hal itu pun juga terjadi pada korban. "Mereka ngomong "Tak oneng, pak" (Tidak tahu, pak), makanya dalam kasus ini kami perlu kesabaran," ucapnya.
Dugaan sementara, para korban selamat hanya bersifat membantu dalam proses pembuatan petasan jenis renteng itu. "Sementara dugaannya ke sana, ini masih kami perdalam lagi," kata dia. Pihaknya pun juga sudah membuka mushola Al-Ikhlas tempat kejadian tersebut. "Untuk alasan kemanusiaan, kami buka sejak sekitar empat hari lalu, sekarang sedang diperbaiki oleh warga," ujar mantan Kapolsek Kalipare, Polres Malang tersebut.
Seperti diberitakan Jawa Pos Radar Malang sebelumnya, pada Jumat (9/7) sekira pukul 22.45, ledakan besar yang dipicu petasan renteng terjadi di Mushala Al Ikhlas, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang. Peristiwa tersebut memakan korban jiwa, empat orang mengalami luka, sementara satu orang dinyatakan tewas. Korban yang terluka sempat dirawat di RS Refa Husada, Panti Nirmala dan RSSA, mereka diketahui membuat petasan renteng untuk perayaan hari raya Idul Adha. Sempat dilarang oleh ketua RT setempat, namun mereka tetap membuatnya.
Pewarta: Biyan Mudzaky
Editor : Shuvia Rahma