Kepala Puskesmas Janti Endang Listyowati mengatakan, upaya ini dilakukan agar memudahkan pihaknya menindaklanjuti siapa saja warga yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19. "Upaya jemput bola ini untuk memudahkan kami menindaklanjuti warga yang kontak erat, agar tidak ada warga yang terlewat. Total ada 47 warga yang ikut tes swab antigen ini," ucapnya.
Endang menjelaskan, upaya tersebut sekaligus untuk mengetahui lebih cepat siapa saja yang terpapar Covid-19. Nantinya, jika ada warga yang mendapatkan hasil positif akan langsung dibawa ke isoter (isolasi terpusat).
"Untuk yang negatif, kami akan lakukan tes lagi lima hari berikutnya," terangnya.
Sebelumnya, dia mengungkapkan, temuan kasus positif pertama pada awal Agustus lalu yang dialami ibu hamil. Pihaknya pun langsung melakukan tracing dan testing kepada warga sekitar. Dari hasil tracing dan testing itu, sekitar 20 warga yang saat ini suah dipindahkan dan menjalani treatment di isoter.
Sementara itu, Lurah Tanjungrejo Mokhamad Abdul Aziz mengatakan, akan terus mendukung program jemput bola Puskesmas Janti. Pihaknya bersama Bhabinkamtibmas dan Karang Taruna juga siap membantu secara optimal untuk kelangsungan program tersebut. "Upaya swab jemput bola ini sangat bagus sekali, jadi kami langsung ke sasaran. Terlebih di wilayah ini ada warga yang bergejala dan sudah kami antarkan ke isoter," terangnya.
Pewarta: Andika Satria Perdana
Editor : Ahmad Yani