Mandor proyek perbaikan dan perawatan rel Winanto mengatakan, perbaikan bantalan rel kereta api ini memang rutin dilakukan. ”Kami menyesuaikan, tergantung keadaan di lapangan,” ungkapnya. Yang jelas, menurut dia, bantalan rel tersebut diganti karena memang sudah aus atau usang. Sehingga dikhawatirkan lapuk dan bisa membahayakan bila dilewati kereta api secara terus menerus. “Dan juga tentunya agar semakin bagus, demi kenyamanan bersama,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, ada 72 kayu bantalan rel yang diganti. Pengerjaan akan menghabiskan waktu sekitar seminggu. Hal itu karena penggantian bantalan rel harus dihentikan saat ada kereta yang melintas. “Pengerjaaan sudah dimulai 27 Oktober lalu, dan kalau ada kereta lewat, kami harus minggir dulu,” ungkapnya.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, perbaikan bantalan rel kereta api sudah menjadi program perawatan rutin. “Sesuai urgensinya, kami lihat itu mana yang perlu dan tidak perlu,” ungkapnya. Dia berharap, adanya perbaikan rutin ini bisa memaksimalkan layanan KA untuk penumpang. Sebab, kenyamanan tetap menjadi perhatian utama. “Bukan hanya keselamatan yang diperhatikan, tapi juga kenyamanan penumpang,” pungkasnya. (ulf/nay/rmc) Editor : Mardi Sampurno