Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Atap Terminal Arjosari Ambruk. Sopir Tuding Konstruksi Tua Jadi Biangnya

Mardi Sampurno • Selasa, 18 Januari 2022 | 17:00 WIB
APES: Salah satu mobil angkot jurusan ArjosariMergosonoGadang tertimpa kanopi Terminal Aerjosari yang ambruk kemarin (17/1). (suharto/radar malang)
APES: Salah satu mobil angkot jurusan ArjosariMergosonoGadang tertimpa kanopi Terminal Aerjosari yang ambruk kemarin (17/1). (suharto/radar malang)
MALANG KOTA – Revitalisasi yang pernah dilakukan terhadap Terminal Arjosari memang masih menyisakan sejumlah bangunan lama. Salah satunya konstruksi kanopi yang berfungsi menaungi angkutan kota (angkot) saat menunggu penumpang. Kemarin siang (17/1), konstruksi berbahan besi itu ambruk diterjang hujan deras dan angin kencang.

Pengamatan wartawan Jawa Pos Radar Malang di lokasi kejadian kemarin menunjukkan bahwa konstruksi penyangga kanopi sepanjang 15 meter itu sudah sangat tua. Hampir seluruh besinya tampak berkarat. Atap kanopi yang terbuat dari asbes juga sangat kusam. Mengesankan sebuah fasilitas yang memang tidak dirawat.

Beberapa pengemudi angkot yang ada di terminal tersebut mengaku tidak ingat pasti berapa usia kanopi tersebut. Namun mereka berani memastikan sudah lebih dari 20 tahun. Seperti yang diungkapkan Patar Pakpakan, sopir angkot jurusan Arjosari-Mergosono-Gadang (AMG) yang mengaku sudah 18 tahun lalu lalang di terminal Arjosari. Pria 36 tahun itu mengatakan, kanopi yang ambruk itu sudah ada sejak dia pertama kali menjadi sopir dan masuk Terminal Arjosari.

”Kalau menurut orang-orang di terminal sini, kanopi itu dibangun pada tahun 2000-an dan belum pernah diganti,” kata Patar. Kemarin, Patar juga menjadi orang yang sangat dirugikan akibat rapuhnya kanopi itu. Mobil angkot miliknya tertimpa besi konstruksi dan atap kanopi saat terjadi hujan deras disertai angin kencang.

Saat peristiwa itu terjadi, Patar sedang berada di depan sebuah warung. Sementara mobil angkot yang dia kemudikan diparkir di bawah kanopi sambil menunggu penumpang. Tiba-tiba, angin kencang berembus dari arah barat dan langsung menerbangkan sebagian atap kanopi. ”Sempat terdengar bunyi kretek-kretek sebelum atapnya terbang,” kata dia. Sebelum peristiwa itu, angkot milik Patar sebenarnya sudah sempat terisi tujuh penumpang. Namun akhirnya tidak jadi berangkat karena tujuh orang tersebut lari menyelamatkan diri.

Kejadian itu juga tidak akan dilupakan oleh Suyono, 30. Dia adalah pedagang bakso yang selama bertahun-tahun berjualan di sekitar tempat angkot menunggu penumpang. ”Baru mau berteduh sudah kena,” kata warga Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing itu. Gerobak bakso yang menggunakan sepeda motor Suzuki Smash N 5732 AO itu dia parkir di pojok kanan kanopi tersebut. Otomatis, gerobak miliknya ikut tertimpa. Ia selamat karena tidak berada dekat gerobaknya. Hanya bagian atap rombong yang terbuat dari seng dan kayu itu menjadi penyok. ”Gak jadi jualan, Mas. Saya mau pulang,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Alie Mulyanto memperkirakan robohnya kanopi itu akibat aktor konstruksi dan cuaca. “Kan kebetulan angin kencang, lalu kena bangunan itu,” kata dia melalui sambungan telepon. Kerugian diperkirakan hanya sekitar Rp 56 juta. (biy/fat) Editor : Mardi Sampurno
#Konstruksi Tua #berita terkini #Kota Malang #Terminal arjosari #sopir angkot #radar malang #Atap Ambruk