Selama proses itu berlangsung, warungnya masih beroperasi seperti biasa. Namun, pasca kebakaran kemarin, pihaknya mengaku akan tutup sementara. ”Sementara terpaksa tutup. Apalagi melihat kondisi yang seperti ini. Mungkin ke depan akan kami lakukan renovasi total,” kata dia. Total kerugian akibat kebakaran itu mencapai Rp 800 juta.
Sebagaimana diberitakan, kepulan asap menyeruak dari dalam Waroeng Steak & Shake dan Bebek Goreng Slamet di Jalan Ciliwung Kamis itu sekitar pukul 10.50. Kobaran api yang bersumber dari area dapur warung tersebut sontak membuat karyawan dan warga bergegas keluar. Beberapa menit berselang, api dengan cepat membesar dan menjalar ke area depan.
Kebakaran itu bermula saat kru Waroeng Grup usai melakukan pengajian rutin setiap seminggu sekali. Darsono menjelaskan bahwa kebakaran itu awalnya diketahui salah satu karyawannya. Dia melihat api menyala di bagian tungku kompor. ”Ada api di bagian bawah kompor padahal kompor dalam keadaan mati,” kata dia.
Melihat hal itu, seorang karyawan lainnya langsung mengambil alat pemadam api ringan (Apar). Upaya itu pun membuahkan hasil. Karyawan yang berada di dapur kemudian mencoba melepas regulator dari gas elpiji yang tersambung. Namun nahas, saat regulator berhasil dilepas, api kemudian keluar dari tabung gas disertai ledakan kecil. ”Karyawan kami langsung kaget. Awalnya masih berusaha dipadamkan. Namun karena panik, kami semua memilih keluar,” terang Darsono.
Darsono mengatakan bila lantai dua warungnya itu sebelumnya sedang direnovasi. Selama proses itu berlangsung, warungnya masih beroperasi seperti biasa. Namun, pasca kebakaran kemarin, pihaknya mengaku akan tutup sementara. ”Sementara terpaksa tutup. Apalagi melihat kondisi yang seperti ini. Mungkin ke depan akan kami lakukan renovasi total,” kata dia. Darsono memperkirakan kerugian akibat kebakaran itu mencapai Rp 800 juta.
Sementara itu, untuk memadamkan kobaran api, tercatat ada 20 personel pemadam kebakaran yang dikerahkan. Total ada tujuh unit mobil pemadam kebakaran yang memadati lokasi kejadian. ”Saat mendapat laporan, kami langsung meluncur ke TKP. Tidak ada kendala apa pun. Sebab, akses menuju lokasi cukup mudah,” tutur Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Malang Muhammad Teguh Budi Wibowo. Pria yang akrab disapa Teguh itu menambahkan bila pihaknya butuh waktu sekitar 30 menit untuk memadamkan api.
Kapolsek Blimbing Kompol Yanuar Rizal Ardianto yang turut mendatangi lokasi menyebut bila pihaknya mendapat laporan kebakaran itu dari radio. Dari hasil pengamatannya, bangunan di lantai dua itu perlu diwaspadai. Sebab, panas dari api yang berkobar tentu memengaruhi struktur bangunan. ”Untuk itu perlu dipastikan lagi keamanan bangunannya,” kata dia.
Setelah api berhasil dipadamkan, tampak beberapa karyawan bahu-membahu menyelamatkan barang-barang yang masih layak pakai. Terutama bahan-bahan makanan. Bangunan dua lantai itu menyekat bagian bawah menjadi dua bagian. Bagian sebelah kanan, yang ada dapurnya, mengalami kerusakan parah. Sedangkan, bangunan yang sebelah kiri relatif tidak terdampak. (dre/by) Editor : Mardi Sampurno